KARTINI – Anak usia nol hingga 5 tahun adalah masa golden age (masa keemasan) sehingga cakupan asuhan, gizi dan tumbuhkembang kognitifnya harus terus ditingkatkan.

Demikian disampaikan Bunda PAUD Kabupaten Kuningan, Hj. Ika Rahmatika, didampingi Kabid Pembinaan PAUD dan Dikmas, DR. Elon Carlan, dan Kasi PAUD, Danu Nugraha, saat melakukan silaturahmi dengan sejumlah tenaga pendidik, tutor dan para kepala sekolah dari lembaga PAUD, beberapa waktu lalu.

“Pendidikan yang menyeluruh itu adalah hak anak, karena anak itu pada dasarnya sesuatu totalitas yang utuh, maka harus diberikan pula pendidikan yang total, baik dari sisi kesehatan gizi, moral, etis, religius maupun psikologisnya supaya tumbuh secara seimbang dan total,” papar Bunda Ika.

Sebagai salah satu upaya untuk mewujudkan hal tersebut, maka lembaga PAUD, penyelenggaraannya harus berpatokan pada PAUD HI (holistik integratif), sesuai dengan Perpres No.60 tahun 2013.

Menurutnya, di Kabupaten Kuningan sendiri sudah ada 100 lembaga pendidikan yang ditunjuk sebagai PAUD HI. Hal itu adalah upaya pengembangan anak usia dini yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan esensial anak yang beragam dan saling terkait secara simultan, sistematis, dan terintegrasi.

Penunjukan itu pun sebagai upaya pemerintah dalam membantu penurunan angka stunting, sehingga dibutuhkan peningkatan pemenuhan intervensi gizi bagi orang tua dan anaknya.

“Saya harapkan, Bunda PAUD kecamatan dan perangkat desa bahu membahu membantu pemenuhan gizi anak usia dini, melalui gebyar kegiatan di setiap wilayah. Juga untuk satuan PAUD supaya bisa memaksimalkan dana BOP dari pemerintah untuk pemenuhan pemberian makanan tambahan” ujar Bunda Ika. (kh)***

Facebook Comments

Check Also

Dinilai Peduli Terhadap Pekerja Perempuan, Dinkes Dianugerahi Penghargaan

KARTINI – Perempuan bekerja saat ini trennya semakin naik dan lembaga/perusahaan pun…