MUSIK dengan dawai yang dipetik indah oleh jemari terampil. Lagu dengan syair cinta mendayu menyusup kerelung kalbu. Menyuguhkan segelas rindu di awal pagi. Hangat mentari menuntun ringan langkah sang perawan.

Tersisa embun diatara daun-daun yang ranum dibasuh hujan semalaman. Lalu burung-burung berkicau nyaring mengabarkan semangat kebahagiaan pada alam semesta pun pada makhluk didalamnya.

Jalanan menyambut dengan hiruk pikuk roda-roda yang berlarian mengantar wajah gelisah mencari takdirnya. Andai diujung malam masih punya waktu menyapa Sang Cinta maka tak sedikitpun gamang tertinggal di asa.

Jika masih ada kecewa dihari kemarin atas harapan yang belum menjelma, atau masih belum ada gambar meski samar tentang masa depan nan cemerlang. Maka berdoalah, karena satu-satunya yang mampu merubah takdir adalah doa.

Doa yang tak pernah putus setelah lulus, doa yang tak berhenti setelah menjadi, doa yang tak pernah melemah saat telah terjawab nyata. Seperti pepohonan yang terus berdoa meski akhirnya batang menjadi ranting lalu patah dan mati.

Keyakinan bahwa setiap kejatuhan akan menjadi kekuatan maha dahsyat. Menjadikanmu tumbuh lebih hebat dari sebelumya. Maka berdoa dan teruslah berdoa. Tentu diserta usaha pun tak putus asa dan jangan pernah menyerah.

Kepada diri sendiri, bangunlah sepertiga malammu, dalam rakaat dan antara sujud-sujud tahajud sungguh tak ada yang tak terdengar oleh-Nya meski sauramu hanya kau bisikan pada bumi yang kau pijak, yakinlah sampai ke Arsy dan didengar-Nya.

Menunggu itu terkadang jemu, namun sungguh akan indah pada kesabaran yang ikhlas. Teruslah berdoa kawan, ditiap hela nafasmu. Teruslah katakan atas setiap harapan yang ingin dicapai, jika tidak hari ini. Kita masih punya esok dan lusa untuk menjadi nyata. **

Oleh : Vera Verawati

Facebook Comments

Check Also

Dinilai Peduli Terhadap Pekerja Perempuan, Dinkes Dianugerahi Penghargaan

KARTINI – Perempuan bekerja saat ini trennya semakin naik dan lembaga/perusahaan pun…