KARTINI – Untuk meminimalisir peredaran narkotika di Kabupaten Kuningan diperlukan sinergitas dari semua elemen masyarakat, termasuk dukungan kuat dari pemerintah daerah.

Demikian pointer yang dipaparkan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Kuningan, AKBP Yaya Setyanegara, dalam jumpa pers, Jumat (29/10/2021), di Kedai Kopi Lendot Jalaksana. Hadir dalam kesempatan itu, perwakilan dari Kodim 0615 Kuningan, Polres, Satpol PP, dan dari Kecamatan Jalaksana.

Ada beberapa program BNN Kabupaten Kuningan dalam capain program tersebut, diantaranya, advokasi pembangunan berwawasan anti narkotika terhadap institusi pendidikan dan melaksanakan asistensi penguatan Pembangunan berwawasan anti narkotika terhadap lembaga pendidikan, dan P4GN.

AKBP Yaya juga mengklaim jika hingga Oktober 2021, sudah terbentuk sebanyak 104 relawan/penggiat anti narkoba yang tersebar di 10 Desa Bersinar, dan 40 penggiat anti narkoba yang dibentuk BNN Kabupaten Kuningan.

“Itu adalah langkah konkret untuk bisa meminimalisir peredaran narkotika, yaitu adanya kesiapan desa untuk memantau dan mengawasi warganya melalui Desa Bersinar. Ada 10 desa di tahun 2021 yang menjadi sasaran untuk ditetapkan sebagai Desa Bersinar, yang diawali oleh Desa Ancaran sebagai perdana Desa Bersinar di tahun 2021,” papar Yaya.

Sedangkan bidang rehabilitasi, pada tahun 2019 telah merehabilitasi sebayak 35 penyalahguna hingga dinyatakan pulih dari adiksi narkoba. Ia sendiri menyayangkan dengan tidak berfungsinya Pusat Rehabilitasi Narkotika yang berlokasi di Tenjolaut Palutungan.

“Saya si inginnya Pusat Rehabilitasi itu difungsikan kembali, dan Kami (BNN Kuningan), siap bekerjasama untuk memfungsikannya kembali,” tandasnya.

Sasaran lain dari rehabilitasi, yaitu terselenggaranya Layanan Rehabilitasi Rawat Jalan di Klinik Pratama BNNK Kuningan. “Dalam kegiatan ini targetnya adalah 10 Klien yang mendapatkan Layanan Rehabilitasi Rawat Jalan dengan realisasi 100% atau 10 klien dapat tertangani oleh klinik BNNK Kuningan,” jelasnya.

Sedangkan untuk pemberantasan, terdapat 2 tersangka yang merupakan pecandu sekaligus pengedar narkoba. Kedua tersangka itu berinisial AJ dan JH dengan domisili orang asli Kuningan, sedang satunya asli Cirebon. Untuk total barang bukti didapatkan 2,45 gram sabu.

Untuk Program Desa Bersinar, terdapat 2 tersangka yang diputuskan rehabilitasi medis dimana Tempat Kejadian Perkara (TKP) berada di Ciawigebang, Desa Cidahu dan desa Jalaksana. Barang bukti berupa obat-obatan daftar G yaitu trihex dan tramadol. (kh)***

Facebook Comments

Check Also

Dinilai Peduli Terhadap Pekerja Perempuan, Dinkes Dianugerahi Penghargaan

KARTINI – Perempuan bekerja saat ini trennya semakin naik dan lembaga/perusahaan pun…