KARTINI – Dalam Pedoman Gizi Seimbang (PGS) yang dikeluarkan oleh Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, buah merupakan salah satu bahan maanan yang harus ada dalam makanan sehari-hari.

Pada piramida makanan kelompok buah terletak sejajar dengan sayur-sayuran. Anjuran konsumsi buah dalam satu hari adalah 3-5 porsi yang jumlah porsi dalam masing-masing buah berbeda-beda.

Buah sama halnya dengan sayuran, selain menganding vitamin mineral dan serat yang tinggi juga merupakan zat yang mengatur sistem metabolism dalam tubuh. Buah yang mengandun makronutrien yang lengkap yaitu karbohidrat, protein, dan lemak. Akan tetapi jumlahnya sedikit bila dibandingkan dengan vitamin dan mineral.

Namun setiap buah-buahan memiliki kandungan kegunaan yang berbeda. Cara mudah untuk mengetahui manfaat buah-buahan bisa kita lihat dari warna-warna buah :

A) Buah-buahan yang berwarna merah tua, ungu dan biru seperti blackberry, cherry, plum, anggur merah dan ungu, apel merah, pir merah serta delima memiliki kandungan flavonoid (antosianin dan lutein, zeaxantin,quercetin dan resveratol).

B) Buaah-buahan yang berwarna merah, seperti anggur merah, semanka, sroberi dan jambu biji merah memiliki kandungan antosianin, likopen,flavonoid asam elagik, quercetin dan heperedin.

C) Buah-buahan yang berwarna jingga, apricot, mangga dan jeruk mengandung betakaroten

D) Buah-buahan yang mengandung warna orange dan kuning, seperti jeruk, papaya, mangga, nangka, beimbing, nanas dan semangka kuning mengandung karotenoid (betakaroten, lutein, zeaxantin terpen serta falvonoid berupa quercetin).

E) Buah-buahan yang berwarna hijau, seperti jambu biji, kiwi, avokad, mlon, anggur hijau mengandung asama alegat, flavonoid karotenoid, (lutein, betakaroten, serta zeaxantin, indoles dan saponin.

F) Buah-buahan yang berwarna putih atau coklat, seperti pisang, salak, sirsak duku kelengkeng, leci, bengkuang mengandung betaglukan dan lignin.

Konsumsi fitosterol antaralain sitosterol, stigmasterol, dan kompesterol mempunyai sifat antiaterogonik. Konsusmsi dalam julah banyak dapat menurunkan penyerapan kolesterol sehingga akan meningkatkan ekskresi kolesterol, dengan demikian terjadi penurunan kadar kolesterol plasma akan menurunkan risiko penyebab penyakit jantung.

Salah satu senyawa glikosida yang mempunyai struktur steroid dan tripenoid yaitu saponin. Berdasarkan penelitian menunjukkan bahwa senyawaa terpenoid, steroid dan saponin mempunyai aktifitas sebagai anti bakteri, yaitu senywa yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri terntentu. Untuk itu jadikan buah-buah pada menu harian dalam upaya mencukupi asupan nutrisi tubuh. (Vera berbagai sumber)**

Facebook Comments

Check Also

80 Persen Kematian Akibat Serangan Jantung Ternyata Dapat Dihindari

KARTINI –  Jantung merupakan salah satu organ yang harus dijaga kesehatannya, a…