KARTINI – Kondisi perekonomian di Kabupaten Kuningan akibat Pandemi Covid-19 mengalami tekanan hebat, turun dari 6,5 persen menjadi hanya 0,09 persen.

Demikian dikatakan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kuningan, Asep Arifin Mansur, saat memaparkan data Indikator Kesejahteraan Rakyat (Inkesra), Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) dan Kerangka Sampel Area (KSA) Padi.

“Angka tersebut memang masih lebih baik dari kabupaten kota lainnya. Ini menjadi tantangan Kabupaten Kuningan untuk memulihkan kondisi ini,” ujar Asep Arifin.

Ditambahkan Dr. Alek Oktavianus, Direktur Pemantau, Evaluasi & Pengendalian Pembangunan, Kementerian PPN/Bappenas, kurang optimalnya sektor sekunder perekonomian Kabupaten Kuningan menjadi tantangan tersendiri.

“Sebab bagaimanapun juga sektor sekunder dengan motor perindustrian masih sangat rendah nilai produktifitasnya. Atau dalam bahasa lain bahwa perlu ada industri hasil pertanian sehingga pertanian bisa optimal nilai keekonomiannya,” tambahnya.

Sejalan dengan itu Dr. Ukas Suharfaputra, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kuningan memperkuat sinyalemen tersebut bahwa kondisi peningkatan produksi pertanian baik tanaman pangan maupun hortikultura masih sangat mungkin untuk mendukung terciptanya industri dari hasil produksi pertanian.

Di sisi lain Rektor Universitas Islam Al Ihya Kabupaten Kuningan, Nurul Iman Hima Amrullah, mengajak kita semua tetap memperhatikan masalah Pendidikan agar masa depan Kabupaten Kuningan menjadi lebih baik, dikarenakan berkualitasnya pendidikan penduduk Kabupaten Kuningan sebagai pelaku pembangunan.

Menanggapi hal tersebut, Sekda Kuningan DR.H.Dian Rahmat Yanuar, menyampaikan arah pembangunan Kabupaten Kuningan sampai dengan tahun 2023. Sekda Kuningan juga menilai arti penting kolaborasi antar instansi tentang perencanaan dan evaluasi pembangunan dengan menggunakan data statistik berkualitas.

Gambaran optimis peningkatan kualitas perekonomian penduduk dengan menjadikan Pertanian sebagai penopang utamanya perlu dikembangkan menjadi industri hasil pertanian yang kuat dan digitalisasi pemasaran produk pertanian dan industry hasil pertanian sepertinya menjadi arah pembangunan yang perlu mendapatkan perhatian utama dari segenap pelaku pembangunan di Kabupaten Kuningan di masa yang akan datang.

Itu semua dipaparkan dalam Semangat Hari Statistik Nasional 26 September di Tahun 2021, melalui webinar antara BPS Kabupaten Kuningan berklaborasi dengan SKPD dan Unisa Kuningan mengadakan Webinar Pandemic Talk Empowering Talks “Kemana Arah (Optimis) Pembanguan Kabupaten Kuningan, Kamis (23/9/2021). (kh)***

Facebook Comments

Check Also

80 Persen Kematian Akibat Serangan Jantung Ternyata Dapat Dihindari

KARTINI –  Jantung merupakan salah satu organ yang harus dijaga kesehatannya, a…