KARTINI – Munculnya dugaan pokir sapi yang menyebutkan sejumlah nama anggota legislatif DPRD Kuningan menjadikan politik di internal mereka semakin memanas.

Wakil Ketua DPRD, H.Dede Ismail, merasa terperanjat ketika namanya disebut di media online. Ia pun tidak ingin dugaan ‘pokir sapi’ itu menjadi bola liar dan merusak namanya. Pasalnya, pemberian bantuan sapi tersebut sesuai mekanisme aturan.

Namun ia mengaku ditanggapi dengan kepala dingin, dan tidak ingin menjadi blunder bagi dirinya dan partai politiknya. Apalagi saat penyaluran bantuan sapi tersebut sudah sesuai prosedur.

“Mekanismenya seperti ini, kelompok mengajukan proposal dan diketahui oleh kepala desa, baru diajukan ke dinas. Kemudian diverifikasi oleh UPT Kecamatan dan dinas. Dinas memverifikasi ulang ke kelompok tersebut apakah fiktif atau tidak. Kandangnya sehat atau tidak hingga pembuangan limbah dan keamanan kandang pun diverifikasi. Penyaluran uang pun oleh dinas, bukan oleh anggota dewan,” papar Dede Ismail.

Ketika ada kalimat sapi bodong pun, menurut Dede Ismail sama sekali tidak nyambung. “Ini muatan politisnya kental sekali, dan kenapa media nyecarnya ke Saya, tapi ya Saya sikapi dengan bijak. Tapi yang jelas Saya tandaskan, bantuan sapi ini sapi penggemukan bukan pembiakan, dan sudah sesuai prosedural yang Saya sebutkan tadi,” jelasnya.

Kalaupun sekarang dikatakan banyak yang dijual, menurut Deis, bantuan tersebut penggemukan, dan boleh saja dijual. Terlebih pada saat maremaan Lebaran Idul Adha 2021 kemarin, maka kelompok pun pasti akan menjualnya, dan itu sah-sah saja. (kh)***

Facebook Comments

Check Also

80 Persen Kematian Akibat Serangan Jantung Ternyata Dapat Dihindari

KARTINI –  Jantung merupakan salah satu organ yang harus dijaga kesehatannya, a…