KARTINI – Untuk menjadi ASN yang profesional itu tidak mudah, susah juga tidak, asal bisa melakukan langkah dan cara jitu, minimal menerapkan sepuluh langkah strategis.

Sepuluh langkah strategis menuju ASN Profesional dipaparkan Sekda Kuningan DR. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., saat pembekalan Pelatihan dasar secara Zoom Meeting bagi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Gol II Angkatan V tahun 2021, bertempat di Ruang Kerja. Selasa (24/8/2021).

Cara yang perlu dilakukan ASN tersebut, diantaranya, memiliki sikap positif terhadap pekerjaan yaitu jangan banyak mengeluh atas pekerjaan anda, love what you do, do what you love. Mahir dalam bidang studi, kalau anda lulusan ilmu komputer, terus perdalam ilmu tersebut, ikuti perkembangan jaman, karena ilmu itu dinamis.

“Dan memiliki kemampuan Communication skills (lisan/tulisan) tentu dengan belajar berbahasa formal yang baik, serta belajar juga cara berkomunikasi dengan berbagai kalangan.Tak ketinggalan pentingnya Interpersonal Skills, ini merupakan suatu seni yang hanya bisa diperoleh melalui pengalaman dan keinginan kita untuk belajar,”ungkapnya.

Ia juga menuturkan untuk memiliki percaya diri, penting dilakukan tetapi jangan berlebihan. Perlu berpikir kritis dan memiliki kemampuan menyelesaikan masalah, ini juga perlu anda kembangkan dengan banyak mengamati bagaimana orang-orang di sekitar anda menyelesaikan masalah, ambil yang baiknya, yang tidak baiknya tinggalkan.

Adaptif, hal ini menunjukan ASN itu harus bersedia ditempatkan dimana saja, pekerjaan lapangan atau pekerjaan di belakang meja, semua harus dikuasai. Bisa motivasi diri, penting untuk menjaga profesionalisme kita dalam bekerja supaya dapat berkinerja tinggi.

“Memiliki Leadership, kepemimpinan biasanya akan lebih terlihat untuk orang orang yang senang berorganisasi, coba mulai sekarang ikut organisasi apapun, di sana anda dapat mengembangkan diri dan kepemimpinan anda,”katanya.

Tak kalah penting Sekda mengingatkan pentingnya Teamwork, kerjasama dalam tim sangat dibutuhkan karena kerja asn itu bukan kerja perorangan, egoisme pribadi harus dikesampingkan.

Selain itu menyampaikan, kita harus lebih banyak mendengarkan orang lain daripada berbicara dan menghormati setiap orang di level apapun pekerjaannya. Apalagi jika kalian sudah menjadi pimpinan lebih banyak mendengar lebih baik daripada lebih banyak bicara, bahkan ada pepatah yang mengatakan Tuhan memberikan kita satu mulut dan dua telinga, lebih banyak telinga supaya kita lebih baik mendengarkan, daripada menggosip.

Salah satu cara untuk mengembangkan interpesonal skill, Sekda mengingatkan bagaimana kita berkinerja itu tidak melulu selesai pekerjaan tetapi membangun relasi yang baik dengan rekan sekerja kita juga opentiming agar suasana kerja tetap kondusif.

Orang Cerdas Dialah Yang Mampu Beradaptasi

Sekda selalu mengingatkan juga pentingnya disiplin, hal ini mudah diucapkan sulit dilaksanakan, hanya niat kuat dan komitmen tinggi, maka anda bisa mendisiplinkan diri dengan diawali mempelajari struktur organisasi, bangun kolaborasi. Ikuti aturan yang berlaku di organisasi anda. Begitu juga harus memiliki etika, untuk itu harus menjadi filosofi dasar kita dalam bekerja yang membentengi kita dari penyimpangan, jadi pelajari dan ikuti dengan baik.

“Jadilah teladan dengan cara melalukan secara konsisten hal-hal yang baik, tidak perlu mengajari orang klain. biarkan orang lain melihat teladan yang kita lakukann secara konsisten, secara lambat laun orang-orang akan melakukan yang kita biasa lakukan,”katanya.

Jika terjadi hal yang buruk dalam pekerjaan anda, Sekda Kuningan menguatkan untuk bersabarlah banyak berdoa dan mendekatkan diri pada Allah. Kegagalan adalah sesuatu yang biasa, segera bangkit, move on dan belajar dari kesalahan.

Ia menambahkan, bahwa orang cerdas yaitu mampu menyesuaikan/beradaptasi dengan perkembangan sekarang. Disinilah kita harus belajar berada dalam suatu oraginisasi lingkungan kerja.

“Itulah best practice/praktek terbaik menjadi ASN yang profesional, coba renungkan yang baiknya silakan anda adopsi atau anda mengembangkan sendiri sebagaimana pengalaman anda yang penting tidak menyalahi etika yang berlaku,” terang Sekda Kuningan yang pernah bekerja di Perusahaan Jepang di PT. Toyomi tahun 1991 dengan kedudukan Asisten Manjer saat itu.

Sementara, Kepala BKPSDM Kabupaten Kuningan, Drs. H. Nurahim, M.Si. menyampaikan, kegiatan pelatihan dasar ini agar peserta dalam menjalankan tugasnya memiliki kemampuan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan didasari integritas moral, kejujuran, semangat dan motivasi nasionalisme, karakter kepribadian yang unggul dan bertanggung jawab, dan memperkuat profesionalisme. (kh/rleas)***

Facebook Comments

Check Also

80 Persen Kematian Akibat Serangan Jantung Ternyata Dapat Dihindari

KARTINI –  Jantung merupakan salah satu organ yang harus dijaga kesehatannya, a…