Oleh : Dian Aprianti

PESATNYA perkembangan teknologi komunikasi dan informasi di era globalisasi membuat masyarakat lebih mudah untuk mengakses informasi kapan dan dimana saja.

Seiring dengan berjalannya waktu jumlah pengguna akan semakin bertambah dari pengguna yang berada diperkotaan maupun dipelosok. Dampak positif dapat dirasakan bagi pengguna media sosial karena dapat bertukar informasi, memberikan pendapat, adanya peluang bisnis dan lain sebagainya.

Akan tetapi, sosial media pun memiliki sisi negatif seperti semakin maraknya berita hoax. Maraknya Cyber-Crime di media sosial dengan meretas pengguna WhatsApp, Facebook, Instagram, Telegram, Twitter, YouTube, dan lain sebagainya membuat pengguna akun harus lebih berhati-hati dalam menggunakan media social.

Peretasan yang dilakukan dengan berbagai motif, baik penipuan, kejahatan seksual, akun palsu, sebaran hoax dan lainnya, membuat para pengguna akun media social harus lebih berhati-hati dan bijak dalam menggunakan media social.

Walaupun ada Undang Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), tetapi dampaknya belum dirasa efektif bagi para pelaku Cyber-Crime. Karenanya, harus ditingkatkan kembali kesadaran bagi para pengguna akun media sosial.

Kesadaran keamanan Cyber merupakan kemampuan ataupun pengetahuan sebagai upaya untuk melakukan keamanan dalam menggunakan situs jejaring internet dan memahami akan pentingnya untuk melindungi data pribadi, lembaga, kelompok dan lain sebagainya.

Hal tersebut dilakukan agar dapat menghindari dari gangguan dan ancaman cyber yang bisa terjadi kapan saja kepada pengguna media social.

Pentingnya Kesadaran Diri

Cara pandang pengguna akun seperti cybersecurity awareness dalam menjaga data dan informasi yang sifatnya personal, juga keamanan dengan menyimpan kode password untuk meminimalisir dari ancaman, gangguan Cyber-Crime.

Terlebih, kesadaran dan kurangnya edukasi juga membuat pengguna menjadi korban dari Cyber-Crime. Faktor yang mempengaruhi dari pengguna media sosial tersebut diantaranya karena faktor usia dan domisili pengguna akun seperti Twitter, YouTube, Facebook dan sebagainya.

Untuk itu, self awarennes (kesadaran diri) dalam menjaga hal apapun dari jejak-jejak digital akan mampu melindungi diri dari ‘apapun’ itu namanya yang berseliweran di dunia Maya.

Saat data tersebut bukan untuk keperluan yang tidak penting, maka akan lebih bijak jika tidak diinput kedalam sistem apapun. Namun ada hal yang sangat penting dari semua itu, penjaminan keamanan dari pemerintah terhadap data penduduknya adalah hal yang ‘wajib’.

Dengan demikian, diharapkan agar badan hukum, pemerintah, atau Lembaga yang terkait dapat memberikan edukasi sebagai sarana untuk dapat meningkatkan kesadaran bagi pengguna media sosial. **

Facebook Comments

Check Also

Dinilai Peduli Terhadap Pekerja Perempuan, Dinkes Dianugerahi Penghargaan

KARTINI – Perempuan bekerja saat ini trennya semakin naik dan lembaga/perusahaan pun…