KARTINI – Tanggal tua biasanya memang isi dompet sudah mulai menipis, apalagi ditambah Pandemi Covid-19, membuat kita harus terus berhemat.

Tapi sebagai ibu rumah tangga, tentu Sahabat Kartini harus terus kreatif dan mengolah apapun menjadi hidangan yang nikmat. Saya pun iseng main ke sawah milik Abah (kakek), kali aja ada yang bisa dimasak.

Ternyata memang ada. Itulah enaknya hidup di kampung, Sahabat Kartini. Ketika bingung kehabisan uang belanja. Berharap bantuan pandemi turun kelamaan, minta ke tetangga gak mungkin. Cara paling gampang sekaligus aman, ya mengecek kebun dan sawah.

Biasanya kalau di sawah atau di kebun pasti ada daun-daun yang bisa di jadikan sayuran untuk dimakan. Tuh kan elayan atau eceng (Limnocharis flava) adalah sejenis tumbuhan rawa, atau orang Sunda menyebutnya ‘genjer’.

Selain eceng, ada juga yang tumbuh segar diantara pematang sawah, aa kangkung air juga. Nah mampir ke kebun dapat deh daun singkong. Asiikkk

Kita sudah dapat beberapa daun hijau untuk dimasak, lumayan bisa disimpan untuk beberapa hari kedepan. Hari ini kita coba buat menu dari genjer yuk.
Tumis Genjer Taoco (Untuk 4 Porsi)

Bahan :

2-3 ikat receng, siangi daun dan sedikit dari batangnya, potong-potong
2 buah cabai merah besar, buang biji (bisa ganti cabai rawit)
2 sdm teri medan
2 lembar daun salam
1 bungkus tauco kurang lebih 2 sdm
5 siung bawang merah iris
2 siung bawang putih, iris
Garam secukupnya
Gula secukupnya
Merica secukupnya
50 ml air
Minyak untuk menumis

Cara Membuat :

Panaskan sedikit minyak, masukan teri medan, goreng sampai garing. Masukkan bawang merah, bawang putih, cabai, daun salam, tumis sampai wangi. Masukkan taoco, aduk rata sampai keluar wanginya. Tambahkan air, masak sampai mendidih. Besarkan api, masukkan genjer/eceng, garam dan gula, aduk sampai genjer mulai terlihat layu dan berubah menjadi warna terang, angkat. Sajikan segera ditemani sambal asam bawang dan kerupuk. Uenakkknya. (Vera)**

Facebook Comments

Check Also

Kabut Duka Di Langit Semeru

GEMURUH tiba-tiba, bumi semeru terguncang. Berhamburan penghuninya bak laron menuju cahaya…