KARTINI – Munculnya dinamika yang terjadi di masyarakat Desa Kalapagunung Kec. Kramatmulya Kuningan terhadap PT Sinde Budi Sentosa (perusahaan air mineral Anair) dinilai membuat ricuh dan terkesan tendensius, bahkan mengarah pada informasi yang salah (hoax).

“Dinamika yang terjadi di masyarakat, sejauh dalam koridor demokrasi untuk menyampaikan pendapat di muka umum, kami sangat memaklumi karena itu hak warga dan dilindungi undang-undang,” ujar DR.H.Irmanjaya, SH.,MH., salah seorang tim manajemen PT Sinde Budi Sentosa, didampingi Wakil Ketua BPD Kalapa Gunung, Dedi Suhandi, dan perwakilan masyarakat, Dani Sutandi, kepada awak media, Rabu (28/7/2021).

Akan tetapi, jika sudah terjadi penyebaran informasi sepihak, tanpa data, adanya statmen yang bukan oleh pakar dibidangnya, maka pihak Sinde pun akan mengambil sikap, yakni akan melakukan somasi kepada pihak yang menyebarkan informasi hoax tersebut.

“Informasi yang berkembang di masyarakat, terutama di sekitar Desa Kalapa Gunung menjadi informasi yang bias dan cenderung tendensius serta mengarah pada hoax, tentu kami juga mempunyai hak yang sama untuk meluruskannya, dan akan mensomasi pihak yang menyebarkan informasi yang salah tersebut,” tantang H. Irmanjaya.

Ditambahkan Dedi, yang terjadi di lapangan sebenarnya PT Sinde sudah berkoordinasi dengan pemerintahan desa dan pihak-pihak yang berkompeten. “Sudah terjalin dengan sangat baik dengan memberdayakan Karangtaruna dan linmas setempat dalam pekerjaan awal, karena kami tak ingin adanya konflik dengan warga sekitar,” tambahnya.

Apalagi adanya proses yang sudah berlarut-larut sejak awal ingin berinvestasi tahun 2016, dan munculnya polemik, menjadikan pengalaman, sehingga membuat pihak Sinde berhati-hati dalam berinves dan menjaga kondusifitas di lingkungan sekitar.

“Tak berniat sedikitpun dalam pendirian cabang Sinde di Kuningan ini untuk saling merugikan. Tetapi semuanya bertujuan untuk saling menguntungkan dengan tetap berpijak pada aturan,” imbuh Irmanjaya.

Berdiri Sejak 42 Tahun Yang Lalu

Seperti diketahui, PT Sinde Budi Sentosa nerupakan perusahaan produksi minuman herbal yang berdiri sejak tahun 1979, diantara produknya adalah Cap Badak.

Pendirian pabrik di Kuningan telah melalui mekanisme sesuai aturan pemerintah, sehingga terbitnya izin pengeboran.
Pengeboran yang dilakukan bertujuan untuk menghindari penggunaan air permukaan sebagaimana aturan pemerintah, sehingga tidak akan mengurangi air permukaan yang merupakan haknya warga masyarakat sekitar.

Pengalaman PT Sinde, sejak mendirikan pabrik dengan memanfaatkan air bawah tanah dimulai tahun 1978 (sudah 42 tahun) di Tambun Bekasi Jawa Barat.

“Alhamdulillah, tidak ada dampak berupa kerusakan lingkungan yang dikhawatirkan warga, karena semuanya berdasarkan aturan ketat Kementrian Lingkungan Hidup dengan pengawasan yang kontinyu setiap bulannya,” papar Irmanjaya.

Dalam perkembangannya pun, PT Sinde berencana akan membuka cabang lainnya di Kuningan untuk meningkatkan produksi, dan mendekatkan distribusi di wilayah Cirebon dan sekitrnya. (kh)***

Facebook Comments

Check Also

Akibat Pandemi Covid-19, Kondisi Perekonomian Kuningan Mengalami Tekanan Hebat

KARTINI – Kondisi perekonomian di Kabupaten Kuningan akibat Pandemi Covid-19 mengala…