JALAN-JALAN bisu, hitam aspal senyap
Lampu-lampu mematung cahayanya samar enggan
Kehidupan siang dan malam di kotaku, mendadak hampa
Dari gubuk-gubuk bertiang setengah putus asa

Arafahku dihiasi desah penuh kegamangan
Lirih isak tertahan tak mampu abaikan, telinga ini mendengarnya
Kantung perbekalanku tersisa gandum merujuk rindu yang luput
Tangan-tangan kehilangan makna untuk membalut kalut

Idul adha tanpa nyaring beduk tak mau bertalu
Takbirpun getir diurai air mata di atas piring-piring kosong
Temali kurban tergantung tanpa domba beraroma keju
Sedang wajah-wajah polos, meraba kantung-kantung bolong

Ah, mari mengaduh pada cinta yang tak pernah keruh
Di rakaat tahajud dan duha nan lugu, damaikan hati dari keluh
Di depan pintu, waktu menunggu tersenyum malu-malu
Sedang aku dan anak-anak kelu di sekarung rindu menjadi sagu. (Kuningan, 19 Juli 2021) **

Oleh : Vera Verawati

Facebook Comments

Check Also

Yuk Kenali Manfaat Buah Dari Warnanya

KARTINI – Dalam Pedoman Gizi Seimbang (PGS) yang dikeluarkan oleh Kementrian Kesehat…