KARTINI – Gedung Pusdiklat Badan Kepegawaian Dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), mulai Senin (5/7/2021), telah resmi dijadikan pusat isolasi terpadu bagi pasien Covid-19 dengan gejala ringan.

“Di Kuningan, angka Covid-19 semakin meningkat, maka diperlukan upaya atau ikhtiar dalam mengatasi dan mengantisipasi bagaimana kita menekan laju perkembangan covid-19. Hal ini semata –mata untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Sejalan juga dengan Intruksi Mendagri No 15 Tahun 2021 tentang PPKM Darurat,” jelas Bupati Kuningan H.Acep Purnama, saat meresmikan Gedung Pusdiklat BKPSDM sebagai tempat isolasi terpadu.

Bupati menuturkan, Pusat Isolasi Terpadu Covid-19 ini memiliki kapasitas untuk menampung sekitar 158 pasien, dengan rincian dilantai 1 untuk perempuan memilik 19 kamar dengan 2 tempat tidur, dan lantai 2 untuk pria memiliki 38 tempat tidur, dan tambahan Ruang Aula memiliki 40 tempat tidur (laki-laki dan perempuan, terpisah tirai), dan memiliki cadangan 17 kamar (bangunan lama) dengan 34 tempat tidur.

“Saya minta kepada masyarakat untuk tetap tenang dan waspada, mematuhi ketentuan-ketentuan yang ada, disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan, dan mendukung kinerja aparat pemerintah, petugas, dan relawan dalam menangani pandemi COVID-19 ini. Dengan kerja sama yang baik dari kita semua juga atas Kehendak dan Kuasa Allah Swt. Saya yakin kita bisa menekan penyebaran COVID-19 dan memulihkan kehidupan masyarakat secara cepat,” pintanya.

Hanya Untuk Yang Gejala Ringan

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan, dr.Hj.Susi Lusiyanti, menjelaskan, yang dirujuk ke Pusat Layanan Terpadu Covid-19 tersebut adalah Orang yang didiagnosis sebagai terkonfirmasi covid-19 tanpa gejala atau gejala ringan yang dibuktikan dengan menunjukkan hasil swab PCR/antigen positif yang mendapatkan rujukan dari puskesmas, Orang dengan riwayat kontak erat kasus covid-19 dengan hasil rapid antigen positif atau swab PCR positif yang mendapatkan rujukan dari puskesmas.

“Pasien terkonfirmasi covid-19 tanpa komorbid atau dengan komorbid yang dalam kondisi terkontrol dan sudah mendapatkan pengobatan rutin dari dokter yang berwenang, dengan tanda-tanda vital dan saturasi oksigen dalam batas normal, Pasien mandiri (dapat melakukan segala aktivitas secara sendiri/tidak bergantung dengan bantuan orang iain), Pasien berusia kurang dari 15 tahun harus didampingi dengan orang tua/orang dewasa yang terkonfirmasi covid-19,”ungkapnya.

Pasien yang berusia lebih dari 60 tahun, dikatakan Kadinkes Kuningan, dapat diterima jika tanpa komorbid yang dalam kondisi terkontrol dan sudah mendapatkan pengobatan rutin dari dokter yang berwenang, mandiri (tidak membutuhkan bantuan orang lain dalam beraktivitas), Tanda-tanda vital dan saturasi oksigen dalam batas normal. (kh)**

Facebook Comments

Check Also

Yuk Kenali Manfaat Buah Dari Warnanya

KARTINI – Dalam Pedoman Gizi Seimbang (PGS) yang dikeluarkan oleh Kementrian Kesehat…