MEMBACA dunia dan dilematikanya. Berita demi berita simpang siur membingungkan otak-otak kosong. Juga perut-perut keroncongan dari tubuh-tubuh yang juga mulai reot. Pemandangan di hadapan tak lagi seindah hamparan lazuardi masa dimana aki dan nini masih belum tanggal gigi.

Anak-anak muda berbaris, bergerombol, berhadapan tapi saling diam. Mata mereka penuh dengan pandangan angkara dari suara-suara provokasi game on line. Bayi-bayi merangkak tak lagi mengejar pelukan ibunya. Mereka berkejaran pada monitor penuh tipuan. Peran kita tergantikan. Miris sekali dunia ini.

Lalu dari mana kita memulai memperbaikinya. Karena tak ada kata terlambat meski itu kadang sulit untuk memulai. Afirmasikan hidupmu dengan motivasi harian. Sesaat setelah terbangun biasakanlah untuk berterimakasih pada Tuhan atas umur yang masih dipercayakan dan pada tubuhmu.

Pada jantungmu yang masih berdegup, pada hatimu yang masih memiliki kasih. Pada seluruh sendi dan aliran darahmu yang masih berfungsi dengan baik. Awali dengan 2 gelas air jernih dengan suhu hangat. Setelah itu mulailah aktifitas dengan doa dan utarakan harapanmu.

Yakinkan dirimu sendiri bahwa Tuhan mendengar setiap permohonanmu. Tunggu! Sudahkah kau ajukan permohonanmu pada Tuhan. Atau kau bahkan tak tahu bagaimana mendekati-Nya ? lalu masihkah kita pantas mengutarakan permintaan jika bahkan untuk memenuhi panggilannya pun kita enggan.

Kawan, hari ini kita menanam, kita memupuk dan merawatnya, esok atau lusa baru memetik buahnya. Mungkin bukan kita yang menikmati hasilnya, tapi bisa jadi itu anak-anak kita nanti. Disatu tempat disaat mereka membutuhkan. Maka akan datang uluran tangan itu, sama ketika kita mengulurkan tangan untuk yang lain.

Pandemi belum juga berakhir, tangis dan riak gelepar memekak telinga. Berbagai cara mampu kita lakukan meringankan kesulitan yang lain. Mulai dari menyemangati dirimu sendiri.

Mensyukuri apa yang kau miliki hingga hari ini. Semua pasti berlalu dan kita mampu melewati ini hingga akan terlihat siapa yang tangguh sesungguhnya.
Adalah waktu untuk kita mempelajarinya.

Ada apa di balik pandemi ini, mungkinkah populasi keburukan telah begitu luasnya. Hingga Tuhan ingin bersihkan pada batas yang dikehendaki-Nya.

Kawan, kuatkan hati dan pikiran untuk terus berfikir dan bertindak yang baik. Afirmasikan hidupmu secara harian. Buktikan dirimu mampu meraih apapun impianmu. Dan saya telah membuktikan itu. ***

Oleh : Vera Verawati

Facebook Comments

Check Also

Kampung Dongeng Gelar Festival Hari Dongeng Nasional

KARTINI – Kebijakan untuk melonggarkan kegiatan di masyarakat, termasuk di lembaga p…