Oleh : Mely Pemilia

SAMBIL melihat-lihat ruangan demi ruangan yang ada di rumah sakit, tiba-tiba terbersit pertanyaan, kenapa setiap rumah sakit menggunakan nama ruangan dengan nama bunga-bungaan, yang secara nalar tidak singkron dengan kondisi penghuninya.

Sejak kapan juga nama-nama ruangan itu mulai dipakai oleh rumah sakit-rumah sakit yang notabene di dalamnya adalah orang-orang yang sedang terluka. Padahal jika kita ingin jujur, nama-nama yang menggambarkan kondisi penghuni rumah sakit akan lebih tepat dengan menggunakan nama-nama yang menyedihkan, seperti kematian, kecelakaan, pendarahaan, atau turunanya. Akan tetapi itu tidak dipakai.

Seperti hal seharusnya prasangka baik yang harus dimiliki oleh setiap manusia pada semua takdir Tuhan, begitulah akhirnya kita lebih sepakat atau tepatnya lebih senang mendengarnya dengan pilihan nama-nama yang membahagiakan, harum, dan semua orang suka: BUNGA.

Bunga adalah benda yang keindahanya dipuji semua orang. Keharumanya menghipnotis siapapun. Bunga juga senantiasa menjadi simbol cinta dan kasih sayang. Barangkali itulah alasan pertama seseorang membuat nama-nama ruangan rumah sakit saat dulu kala.

Agar dapat memotivasi para pasien untuk tetap bahagia. Tetap optimis. Sehingga seburuk apapun kondisi pasien di rumah sakit, maka tetap masuk ruangan melati, mawar, latulip, bougenvil, jasmin, sakura atau semacamnya.

Memetik kebahagiaan yang ada pada nama ruangan itu, semoga pasien yang menghuninya pun akan lebih semangat untuk hidup.

Banyak hal yang membuat orang bisa lebih berpikir positif saat melewati proses penyembuhan. Nama ruangan yang kita kupas saat ini hanya bagian kecil saja. Namun, jangan diremehkan. Kehangatan nama-nama yang kita bahas tadi pun secara lebih dalam akan lebih bermakna.

Aura kesemerbakan dari nama bunga-bunga tadi diharapkan mampu membuat suasana kegelisahan baik pasien maupun penunggu pasien bisa terobati. Efek psikologisnya terasa lebih berwarna. Tidak kelam, apalagi gelap gulita, seperti tidak ada harapan hidup.

Perasaan putus asa dari pasien yang sudah menderita riwayat penyakit menahun pun diharapkan sirna. Karena pada dasarnya setiap orang butuh suport dan dorongan, agar bisa melalui derita hidup. Jika hal kecil saja tidak pernah kita pikirkan, bagaimana kita bisa memikirkan hal besar yang mampu mengubah segalanya.

Semoga cepat sembuh bagi yang sakit, mari kita lewati hari-hari dengan kebahagiaan biar lekas sembuh. **

Facebook Comments

Check Also

80 Persen Kematian Akibat Serangan Jantung Ternyata Dapat Dihindari

KARTINI –  Jantung merupakan salah satu organ yang harus dijaga kesehatannya, a…