KARTINI – Berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 34 Tahun 2016, Pemerintah menetapkan tanggal 1 Juni 1945 sebagai Hari Lahir Pancasila sebagai Ideologi bangsa. Sebuah pesan di sampaikan oleh Presiden RI, Joko Widodo.

“Pancasila itu jiwa dan raga kita. Ada aliran darah dan detak jantung kita, perekat keutuhan bangsa dan negara. Saya Indonesia, Saya Pancasila.”      

Lalu bagaimana sejauh ini Pancasila di mata Bangsa Indonesia. Burung garuda sebagai simbol dengan setiap helainya yang mengandung palsapah. Amanat yang tertera “Bhineka Tunggal Ika.” Kelima sila yang termaktub. Masihkah segagah dulu saat kemerdekaan diperjuangkan dengan darah dan air mata.

Waktu mengikis begitu cepat. Bagaimana semua kesakralannya luntur perlahan. Ketuhanan Yang Maha Esa merupakan bukti negara ini terdiri dari masyarakat multi religi. Berbeda keyakinan tapi bukan untuk baku hantam.

Kemanusiaan yang adil dan beradab. Masihkah beradab bangsa ini ketika mata menatap telak korupsi merata dari kelas setingkat RT hingga Jajaran eksekutif yang duduk di kursi-kursi panas.

Persatuan Indonesia. Jika masih membedakan Ras, warna kulit, agama, suku dan sebagainya mungkinkah ? persatuan akan kokoh ketika toleransi dan saling menghormati tanpa membedakan semua faktor tersebut. Itulah persatuan.

Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/ perwakilan. Pada kenyataannya suara rakyat yang dititipkan hanya sebagai suara. Sedang apa yang menjadi harapan rakyat tetap masih membumbung serupa awan.

Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Sudahkah rakyat merasakan kesejahteraan yang merata. Hingga hari ini masih abu-abu. Sedang jiwa gotong royong yang dulu menjadi ciri bangsa ini pun kini perlahan musnah.

Kelahiran Pancasila bukti sebuah perjuangan besar bangsa ini terbebas dari penjajahan. Tapi mempertahankan Pancasila sebagai ideologi bangsa ternyata tidak mudah. Berbagai upaya penghancuran terus terlihat.

Mari kembali pada gotong royong untuk memperkuat persatuan. Guna mewujudkan Bangsa Indonesia sebagai bangsa yang merata kesejahteraannya yang merupakan harapan kita semua.

Bersatu kita teguh. Jangan mudah tercerai berai oleh berita dan informasi provokatif. Rapatkan barisan dan kencangkan ikat pinggang. Indonesia pasti bisa. (Vera)**

Facebook Comments

Check Also

Menu Hemat Saat Uang Belanja Nyaris Tamat

KARTINI – Tanggal tua biasanya memang isi dompet sudah mulai menipis, apalagi ditamb…