KARTINI – Meskipun tahun 2020, kebijakan refocusing untuk Covid-19 mendera hampir seluruh daerah di Indonesia termasuk Kabupaten Kuningan, namun dengan lihainya Kuningan berhasil mempertahankan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI.

“Sudah seharusnya dan sangat layak mendapat apresiasi. Terlebih keberhasilan mempertahankan predikat WTP tersebut diraih saat Kab. Kuningan menempati ranking pertama lonjakan kemiskinan di tingkat Provinsi Jawa Barat,” ujar Sujarwo, dari F-Tekad.

Ditambah “keprihatinan” anggaran karena adanya kebijakan refocusing dampak dari Pandemi Covid-19 yang sudah memasuki tahun ke-2.

Keberhasilan mempertahankan predikat WTP hingga ke 7, walaupun merupakan hasil kerja kolektif dari SKPD dibawah duet kepemimpinan H. Acep Purnama dan M. Ridho Suganda sebagai Bupati dan Wakilnya.

Apresiasi pun sangat layak diterima oleh Inspektorat Kabupaten yang kerap dipandang lebih mempunyai hubungan kerja yang lebih erat dengan BPK, juga patut diterima oleh BPKAD Kab. Kuningan sebagai SKPD yang berkontribusi maksimal pada proses peroleh predikat WTP.

“Kendati sudah tujuh kali, tentunya tak ada jaminan bahwa dalam menjalankan roda pemerintahan di Kab. Kuningan, benar-benar bersih dan tak terjadi perilaku menyinpang dan berpotensi menjadi persoalan hukum,” katanya.

Setidaknya predikat WTP diharapkan dapat menjadi rambu dan pengingat bagi penyelenggara pemerintahan di Kab. Kuningan, untuk tetap berperilaku sesuai dengan peraturan yang berlaku, serta tetap amanah.

Sangat tidak elok, jika setelah menerima predikat WTP terlebih untuk yang ke-7 kalinya, esok atau lusa masyarakat dikejutkan oleh adanya persoalan hukum yang menimpa siapapun yang menjadi Pengambil Kebijakan di Kabupaten Kuningan. (kh)***

Facebook Comments

Check Also

Dinilai Peduli Terhadap Pekerja Perempuan, Dinkes Dianugerahi Penghargaan

KARTINI – Perempuan bekerja saat ini trennya semakin naik dan lembaga/perusahaan pun…