KARTINI – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia kembali memberikan Penghargaan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) kepada Kabupaten Kuningan.

Penghargaan WTP di tahun 2021 ini adalah yang ke-tujuh kalinya, dan merupakan penilaian BPK Perwakilan Jabar terhadap Laporan Hasil Keuangan (LHP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Tahun Anggaran 2020.

Penghargaan yang diserahkan Perwakilan BPK Jawa Barat, Agus Khotib, CSFA., CPA., kepada Pemerintah Kabupaten Kuningan tersebut diterima langsung Bupati Kuningan, H. Acep Purnama, didampingi Ketua DPRD Kabupaten Kuningan, Nuzul Rachdy, Kepala Badan Pengelolaan Aset dan Keuangan Daerah (BPKAD) Asep Taufik Rohman, dan Kepala Inspektorat, Deniawan, Kamis (20/5) di Aula BPK Perwakilan Provinsi Jawa Barat.

“Saya ucapkan terima kasih kesemua SKPD dan pihak lainnya, karena WTP ini adalah hasil kerja keras semua pihak legislatif, eksekutif dan seluruh stakeholder dan dukungan masyarakat. Semoga kedepannya tetap lebih baik lagi untuk bisa memajukan Kabupaten Kuningan,” ujar Bupati Acep.

Ia menerangkan, bahwa BPK perwakilan Provinsi Jawa Barat dalam menjalankan fungsinya bukan hanya memeriksa laporan keuangan Pemerintah Daerah, tapi juga memeriksa kinerja atas efektifitas tata kelola pemerintah daerah dalam perencanaan dan penganggaran pembangunan daerah.

“Kegiatan audit atau pemeriksaan ini bertujuan untuk menilai kebenaran, kecermatan, kredibilitas dan keandalan informasi mengenai pengelolaan dan tanggungjawab keuangan negara yang dilakukan pada semua tingkatan unit institusi penyelenggara pemerintah,” katanya.

Bupati juga mengungkapkan, terima kasih kepada Perwakilan BPK Jawa Barat beserta jajarannya atas segala masukan, koreksi dan langkah-langkah perbaikan selama proses pemeriksaan.

Ketua DPRD Nuzul Rachdy menambahkan, raihan Penghargaan WTP ke-tujuh kali ini membanggakan dan menggembirakan sebagai bentuk konsistensi mentaati peraturan perundang-undangan dalam pengelolaan dan tanggungjawab keuangan negara.

“Jarang kabupaten lain atau daerah lain bisa mendapatkan penghargaan secara berturut-turut sampai tujuh kali, sehingga kita patut bersyukur. WTP ini bukan berarti segala-galanya, tapi justru dengan ini harus bisa memotivasi untuk meningkatkan kinerja, bagaimana bisa patuh terhadap peraturan perundang-undangan. Untuk memberikan pelayanaan terbaik dalam pembangunan masyarakat,” ungkapnya. (kh)***

Facebook Comments

Check Also

Yuk Kenali Manfaat Buah Dari Warnanya

KARTINI – Dalam Pedoman Gizi Seimbang (PGS) yang dikeluarkan oleh Kementrian Kesehat…