KARTINI – Meskipun dihimbau untuk menghindari kerumunan, namun masyarakat tidak mengindahkannya, terutama mengunjungi objek wisata yang sulit dihindari kerumunannya.

Seperti akhir pekan pada 23 Mei, sepuluh hari setelah Lebaran Idul Fitri, sejumlah objek wisata di Kabupaten Kuningan padat dikunjungi wisatawan, terutama objek wisata kolam renang.

Melihat kekhawatiran kerumunan yang diluar batas kewajaran, Tim Satgas Covid-19 Kuningan, melakukan monitoring ke sejumlah objek wisata, dan melakukan evaluasi kepada pengembang objek wisata tentang ketentuan SE No. 181/1121/huk.

“Tim Satgas menghimbau kepada pengelola untuk selalu menerapkan protokol kesehatan, dan pembatasan pengunjung. Jika terjadi kerumunan maka harus dilakukan buka tutup pengunjung sebagai upaya meminimalisir pengunjung,” jelas salah seorang Tim Satgas Covid-19 yang juga Kepala BPBD, Indra Bayu Permana.

Tim satgas yang melakukan monitoring sejak beberapa hari lalu itu terbagi dari tiga tim, diantaranya, Tim Satu (Bupati, Dandim 0615, Kapolres,  Kepala BPBD), monitoring ke Objek Wisata Linggarjati, JNJ, Woodland, Al Gifhari, Taman Hanjuang, Paniis, dan Talaha Cicerem.

Tim Dua (Sekda, Ketua DPRD, Kabag Ops Kadishub), lokasi Zam Zam Pool, Cibulan, Sangkanhurip, Cilimus dan sekitarnya. Sedangkan Tim Tiga (Wabup, Wakapolres, dan Kasatpol PP) lokasi Cisantana, Palutungan, wilayah Cigugur, dan wilayah Darma.

Sementara itu, hingga Minggu (23/5), grafik penambahan reaktif Covid-19 di Kabupaten Kuningan masih menunjukan kenaikan. Masyarakat dihimbau untuk tetap mematuhi protokol kesehatan, tidak berkerumun, tetap memakai masker, dan selalu mencuci tangan setiap 10 menit sekali. (kh)***

Facebook Comments

Check Also

Tentang Kemarin, Hari Ini dan Esok

BERSAHABAT dengan mentari, setiap pagi kau lihat senyum nan ramah bersama hangatnya. Warna…