KARTINI – Melihat pengunjung wisata di sejumlah objek wisata membludak dan tidak terkendali pada hari Lebaran, Ketua DPRD Kuningan, Nuzul Rachdy, meminta Satgas Penanganan Covid-19 segera mengambil sikap dan mengantisipasinya.

“Kalaupun sulit untuk ditutup secara total, saya menyarankan untuk dilakukan pengendalian yang ketat, terlebih lagi di hari minggu yang merupakan hari libur terakhir. Ini harus segera disikapi supaya tidak terjadi cluster baru,” pinta Nuzul Rachdy.

Dikatakannya, dalam mengantisipasi arus mudik pemerintah sudah berhasil meminimalisasi datangnya arus mudik dari kota besar, jangan sampai keberhasilan pemerintah menghadang arus mudik jebol di kerumunan obyek wisata.

Terlebih lagi pada hari minggu, hari terakhir libur diprediksi animo masyarakat untuk mengunjungi obyek wisata sangat besar. Agar tidak terjadi pembubaran di obyek wisata pihaknya menyarankan agar dilakukan penyekatan beberapa kilometer menuju obyek wisata sehingga pengunjung tidak dirugikan karena belum membeli tiket masuk OW.

“Kita harus belajar dari pengalaman India, sebelum ada tradisi mandi di sungai gangga terkonfirmasi covid mengalami trend angka penurunan, namun setelah masuk pada tradisi mandi di sepanjang sungai gangga karena karena tidak bisa mengendalikan kerumunan, penyebaran covid menjadi sepuluh kali lipat dibanding sebelumnya, dan korban meninggal berjatuhan,” paparnya.

Dari hasil pantauan http://kartinikuningan.net , momen Idul Fitri selain dijadikan ajang silaturahmi diantara keluarga, pun kerap dijadikan sebagai momen mengunjungi tempat wisata. Itu pun menjadi momen emas bagi sektor wisata dalam menggenjot penghasilannya.

Akan tetapi adanya covid-19 menjadikan sektor wisata terpuruk. Di momen idul Fitri 2021 pun, sektor wisata tidak bisa dikendalikan, karena masyarakat merindukan tempat-tempat wisata di Kuningan.

“Kami berkunjung ke wisata Buper Cibeureum, karena memang disana tidak terlalu padat dan cocok untuk berwisata bersama keluarga. Berkerumunnya per keluarga jadi tidak berdesakan dengan warga lainnya,” ujar Sulaiman salah seorang pengunjung.

Berbeda di tempat lainnya, terutama di objek kolem renang, pengunjung tidak bisa dikendalikan dan cukup padat, sehingga diperlukan adanya tindakan tegas dan pengawasan yang ketat dari pihak Satgas. (kh)***

Facebook Comments

Check Also

Akibat Pandemi Covid-19, Kondisi Perekonomian Kuningan Mengalami Tekanan Hebat

KARTINI – Kondisi perekonomian di Kabupaten Kuningan akibat Pandemi Covid-19 mengala…