KARTINI – Sebanyak 9 warga Desa Ancaran Kecamatan Kuningan, pada Kamis (18/3/2020), melakukan tes urine, disaksikan Wakil Bupati M.Ridho Suganda, dan semua warga Ancaran tersebut ditargetkan akan disisir semuanya.

“Ini sebagai salah satu komitmen sebagai Desa Bersinar (Desaku Bersih Narkotika). Tidak hanya warga di tiga rumah saja, tapi akan menyisir semua warga Ancaran. Tes urine hari ini hanya sampel aja, dan dilanjutkan ke semua rumah tapi tergantung kesiapan desanya. Jadi akan dilakukan secara bertahap,,” ujar Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kuningan, AKBP Irfan Nurmansyah, selepas pencanangan Desa Ancaran sebagai Desa ku Pas Bersinar.

Dipaparkan Irfan, saat ini kondisi Kuningan berada di zona merah peredaran narkotika, terlebih saat dihantam pendemi Covid-19, ternyata peredarannya semakin mengkhawatirkan. Jika dibiarkan maka akan menjadi fenomena gunung es yang menghancurkan generasi penerus bangsa.

Langkah konkret untuk bisa meminimalisir peredaran narkotika yaitu adanya kesiapan desa untuk memantau dan mengawasi warganya melalui Desa Bersinar. Ada 10 desa di tahun 2021 yang menjadi sasaran untuk ditetapkan sebagai Desa Bersinar, yang diawali oleh Desa Ancaran sebagai perdana Desa Bersinar di tahun 2021.

Sementara itu, Wakil Bupati H.M.Ridho Suganda dalam sambutannya sangat mengapresiasi kepada BNN dengan program tersebut. Kuningan adalah wilayah yang ada di perbatasan, sehingga dengan mudahnya narkotika bisa menyelundup ke Kuningan.

“Kita harus bisa, dan Desa Bersinar sangat memerlukan komitmen semua pemangku, dan satu yang harus Saya sampaikan, bahwa narkoba adalah musuh kita semua, karena bisa menghancurkan semua aspek, termasuk menghancurkan ekonomi. Justru kita harus selamat dan sehat, supaya kita bisa terus melanjutkan program-progran yang ada,” papar Wabup. (KH)***

Facebook Comments

Check Also

Kampung Dongeng Gelar Festival Hari Dongeng Nasional

KARTINI – Kebijakan untuk melonggarkan kegiatan di masyarakat, termasuk di lembaga p…