KARTINI – Nur Danila yang lahir di Jakarta, 12 Februari 1981. Perempuan freelance salah satu Staff di Kantor Notaris PPAT Kuningan ini lebih memilih menjadi Pendongeng. Siapa yang tak kenal Kak Ila dan boneka Lorita lucu yang selalu menebarkan keceriaan dimanapun keduanya berada.

Diusia yang ke 40 istri dari Wawan Mulyawan dan memiliki 5 orang putra dan putri ini,
Muhammad Salman Aqila Putra (17), Siti Salma Salsabila Putri Zahra (15), Siti Syamila Putri Panglawung Mulyani (11), Ahmad Syamil Rizqullah Putra Pamungkas (9), Muhammad Syabil Diyari Putra Mulyawan (3 bulan).

Kelima buah hatinya adalah inspirasi terbaik dalam hidupnya, karena sebelum mengukir kebahagiaan diwajah anak-anak lain maka kebahagiaan terbesar ketika mampu mencipta keceriaan pada keluarganya.

“Ketertarikan Saya pada dunia mendongeng bermula dari sebuah seminar dongeng yang diikutinya. Langkah pertama cinta tertambat pada dongeng saat mengikuti Kemah Dongeng 16 yang diselenggarakan Kampung Dongeng Indonesia tahun 2016 dibawah bimbingan Kak Awam Prakoso. Di Kota Batu, Malang Jawa Timur,” ujarnya.

Sejak saat itulah yang akrab disapa Kak Ila memulai karirnya sebagai pendongeng. Berkeliling dari sekolah ke sekolah. Dari tingkat TK, SD dan SMP juga lembaga-lembaga seperti TPA dan TPQ. Tidak saja mendongeng di Kuningan tapi juga di Wilayah Cirebon dan luar kota.

Jabatan sebagai Ketua Kampung Dongeng Kuningan menjadi jalan untuknya mengembangkan kecintaannya pada mendongeng. Melakukan pembinaan pada guru TK hingga menjadi juara 2 tingkat nasional pada Porseni IGTKI & Siswa SD. Lomba bercerita sebagai juara harapan 2 tingkat nasional yang diselenggarakan Perpusnas RI merupakan bukti dari prestasi atas kerja kerasnya di Kampung Dongeng Kuningan.

Selain itu Kak Ila juga menjadi salah satu mentor dalam kegiatan Kemah Dongeng yang diselenggarakan Kampoeng Dongeng Indonesia sekaligus menjadi salah satu pengurus Kampung Dongeng Indonesia .

“Momen yang paling berkesan selama perjalanan Kampung Dongeng Kuningan yaitu ketika dikirim untuk pendampingan Psikososial di wilayah bencana Palu, Lombok, Lampung dan Banten,” katanya.

Menurutnya kerja sama yang ikhlas oleh semua relawan yang terdiri dari berbagai elemen baik komunitas maupun lembaga-lembaga yang berbeda memberi kekuatan positif bagi para korban bencana.

Kebahagiaan itu makin lengkap ketika dongeng yang menginspirasi disampaikan dengan jenaka oleh boneka Lorita sebagai patner mengantar keceriaan wajah-wajah polos dari traumatis pasca terjadinya bencana.

Untuk itu Sampai saat ini Kak Ila dan Kampung Dongengnya terus berkeliling membagikan keceriaan ditempat dimana anak-anak berada dan selalu mendapat dukungan penuh dari Kak Awam Prakoso sebagai Founder Kampung Dongeng Indonesia.

Harapan Kak Ila bersama Kampung Dongeng Kuningan mampu menciptakan keceriaan dan kebahagiaan serta kepercayaan diri anak-anak terutama melewati pandemi dan proses pendidikan yang dilakukan tidak seperti biasanya.

Semoga Kampung Dongeng mampu membangkitkan kembali semangat Anak Indonesia untuk terus belajar dan melewati masa pandemi dengan tetap ceria dan bahagia. Tutupnya dengan penuh semangat. Pasti bisa!. (Vera) **

Facebook Comments

Check Also

Tim Gabungan Sisir Tempat Wisata, dan Lakukan Tes Swab Antigen

KARTINI – Kunjungan wisatawan ke sejumlah objek wisata di Kabupaten Kuningan ternyat…