KARTINI – Kendati Pilkada serentak di Kabupaten Kuningan direncanakan pada 2024, namun KPU sudah mempersiapkannya termasuk dalam mencadangkan anggaran untuk empat tahun kedepan.

“Kegiatan ini sebetulnya sudah dilakukan sejak awal tahun 2020. Dimulai dengan kajian anggaran pada penyelenggaraan Pilkada sebelumnya. Namun sejak pandemi Covid-19 melanda dunia termasuk Indonesia terhitung sejak bulan Maret 2020 proses yang sedang kami jalani sedikit terhambat. Praktis kami baru dapat melakukannya lagi sejak bulan Juni 2020,” papar Ketua KPU, Asep Z. Fauzi, didampingi tiga komisioner, dalam pers rilis refleksi KPU Kab.Kuningan tahun 2020, Rabu (30/12/2020).

Pada akhir November 2020, akhirnya ditetapkan Perda tentang Dana Cadangan Pilkada Kuningan. Dalam Perda itu diketahui bahwa Pemkab Kuningan mencadangkan anggaran untuk Pilkada
Kuningan yang dikelola oleh KPU sebesar Rp. 30,5 milyar. Angka tersebut naik Rp 0,5 milyar dari tawaran sebelumnya Rp. 30 milyar.

“Secara keseluruhan angka yang dipatok oleh Pemkab tentu jauh dari cukup. Sebab berdasarkan pencermatan yang kami lakukan total kebutuhan anggaran Pilkada adalah sebesar Rp 80,4 milyar. Terkait
adanya potensi sharing anggaran dengan APBD Provinsi Jawa Barat, memang benar. Sebab secara jadwal penyelenggaraan Pilkada Kuningan bersamaan dengan jadwal Pilgub Jabar. Namun perlu disampaikan bahwa hingga saat ini kami belum menerima item-item kegiatan yang akan dicover oleh KPU Provinsi tersebu,” jelasnya.

Selain anggaran, dalam hal sosialisasi pendidikan pemilih pun, KPU tetap menyelenggarakan pendidikan demokrasi dan kepemiluan dengan sasaran akademisi. Kendati dimasa Pandami Covid, namun dengan cara virtual maupun pertemuan dengan batasan peserta tetap digelar KPU yang bekerjasama dengan universitas dan sekolah tinggi yang ada di Kuningan.

“Pendidikan Pemilih merupakan syarat fundamental untuk melahirkan partisipasi pemilih yang rasional, cerdas dan mandiri. Tentunya harapan tersebut sangat sulit
diwujudkan tanpa rumusan yang sistematis, berkelanjutan. Maka pendidikan pemilih tetap digelar di tahun 2020,” tambah Dudung Abdusalam, Divisi Parmas.

KPU Raih Penghargaan

Untuk Bidang Teknis Penyelenggaraan, KPU telah melaksanakan pemeliharaan data dan dokumentasi hasil Pemilu 2019, melaksanakan Pergantian Antar Waktu (PAW) anggota DPRD Kuningan dan memelihara Aplikasi Sistem Pergantian Antar Waktu (Simpaw). Begitupula di bidang hukum dan data/informasi dilakukan beberapa kegiatan penting.

Selain kegiatan yang terus dilakukan, KPU Kuningan ternyata mendapat beberapa penghargaan Dari Komisi Informasi Jawa Barat, Badan Publik Informatif Tahun 2020 Kategori intansi Vertikal.

Penghargaan Dari KPU Jawa Barat, Terbaik 1 Penyelenggara Kelas Daring Pendidikan Pemilih,Terbaik 1 Hubungan Dengan Pers, Terbaik 2 Pemutakhiran Daftar Nominatif Pegawai pada Sistem, Terbaik 3 Website Terupdate, Terbaik 3 PPID Informatif, Terbaik 3 Penyelenggaraan Kegiatan Sosdiklih Terbanyak, Terbaik 3 Kepatuhan Pelaporan Aplikasi E-Monev Informasi Administrasi Kepegawaian, dan Nominasi Kepatuhan Pelaporan SIM. (kh)***

Facebook Comments

Check Also

Kapolres Kuningan Berikan Award Kepada 20 Anggotanya Yang Berprestasi

KARTINI – Sebanyak 20 personel Perwira dan Brigadir Polres Kuningan dinilai berprest…