KARTINI – Mengingat sebaran Covid-19 masih masif dan banyak warga Kuningan yang terkonfirmasi positif, maka Perayaan Natal dan Pergantian Tahun Baru 2021 dilarang dirayakan dengan pesta dan kerumunan.

Larangan tersebut dituangkan dalam Surat Edaran Bupati No.003/3327/Kesra tentang Pelaksanaan Natal dan Kegiatan Pergantian Tahun Baru 2021 di Tengah Pandemi Wabah Covid-19 (Corona) di Kabupaten Kuningan. Surat tersebut ditujukan kepada Camat dan Kepala Desa/Kelurahan se-Kab.Kuningan.

Salah seorang Tim Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Kuningan, Agus Mauludin, Senin (21/12), menjelaskan, bagi masyarakat Kristiani yang akan melaksanakan ibadah Natal supaya menghindari kerumunan masa, pelaksanaan ibadah Natal dilaksanakan di gereja-gereja terdekat dengan jumlah jamaah yang hadir maksimal 50% dari kapasitas tempat ibadah dan diwajibkan melaksanakan 3M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga Jarak (physical distancing).

“Kepada pengelola tempat ibadah agar menyediakan Fasilitas seperti masker, handsanitizer, tempat cuci tangan dan tisu. Melakukan kunjungan/silaturahmi dan ucapan selamat melalui media sosial demi mencegah terjadi penyebaran covid-19 yang tak terkendali,” ujar Agus.

Sedangkan untuk pergantian tahun baru, tidak diperbolehkan melaksanakan/melakukan kegiatan perayaan pergantian tahun baru 2020-2021 yang berpotensi menciptakan kerumunan massa, melainkan perayaan tahun baru diisi dengan kegiatan Do’a bersama yang bisa dilakukan di rumah masing-masing.

Atau bisa juga digelar di tempat-tempat ibadah dengan jumlah jamaah maksimal 50% dari kapasitas ruangan/tempat ibadah, dan tetap memperhatikan serta menerapkan protokol kesehatan.

“Dalam hal ini, bupati minta kepada camat, kepala desa/lurah agar melakukan edukasi  serta pengawasan untuk memastikan tidak adanya kerumunan masa di wilayahnya, dan juga mendisiplinkan tamu atau pengunjung agar tetap patuh pada protokol kesehatan Covid-19,” tandasnya.

Bagi usaha restoran, pariwisata serta jasa lainnya dapat melakukan kegiatan dengan tetap mematuhi peraturan dan ketentuan protokol kesehatan.

Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Kuningan, bersama TNI, Polri, dan tim gugus tugas penegakan disiplin tertib kesehatan dan kemanan, akan menindak tegas sesuai ketentuan apabila terjadi pelanggaran protokol kesehatan. (kh)***

Facebook Comments

Check Also

80 Persen Kematian Akibat Serangan Jantung Ternyata Dapat Dihindari

KARTINI –  Jantung merupakan salah satu organ yang harus dijaga kesehatannya, a…