KARTINI – Ratusan ibu anggota Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) se-Indonesia mengikuti webinar nasional Peringatan Hari Ibu ke-92 secara virtual.

Webinar bertema Strategi Pendampingan Anak Belajar Jarak Jauh Selama Pandemi Covid-2019 ini, menampilkan Nara sumber Ketua Dewan Guru Besar Fakultas Psikologi Universitas Indonesia Prof.Dr. Lydia Freyani Hawadi, M.SI, MM.

Ketua Umum IKWI, Indah Kirana mengatakan, hadir dalam seminar ini pengurus dan anggota IKWI dari Aceh sampai Papua, juga pengurus PP IKWI. Tema webinar ini dipilih agar para ibu mendapatkan wawasan dalam mendapingan putera puterinya saat belajar jarak jauh selama pandemi Covid-19 ini.

Indah menuturkan banyak ibu yang mempunyai masalah ketika mendampingi anak saat belajar. Diantaranya ada ibu yang bekerja dan harus WFO atau masuk ke kantor, akan kesulitan dalam membagi waktu untuk mendampingi anaknya belajar.

Begitu juga dengan ibu yang kurang mampu membimbing anaknya karena keterbatasan pengetahuan si ibu. Sementara bagi anak sendiri juga ada masalah karena belajar monoton melalui layar hp yang kecil, bisa menimbulkan rasa bosan.

“Orang tua perlu dibekali pengetahuan bagaimana menjadi pendamping yang baik. Tanpa mengerti bagaimana mendampingi anak belajar, akan mengakibatkan anak cepat lelah dan mudah stres,” kata Prof.Dr. Lydia Freyani Hawadi dalam paparannya pada webinar Selasa (15/12/2020).

Multi Perannya Seorang Ibu

Menurut psikolog yang akrab disapa Prof. Reni ini, seorang ibu memiliki multi peran dalam berbagai bidang. Ibu harus memahami multi peran dirinya dalam keluarga. Karena multi peran ini sangat berat.

Supaya tidak jatuh sakit, katanya, ibu harus mempersiapkan dirinya dengan mengkonsumsi makanan bergizi, tidur cukup, dan olahraga rutin, sehingga muncul kekebalan tubuh dalam menjalankan tugas. Termasuk mendampingi anak dalam belajar jarak jauh.

Selain itu, seorang ibu juga harus memahami bahwa anak memiliki kebutuhan fisik, rasa aman, dan kebutuhan kasih sayang. Harus merasa nyaman dan aman di rumah, supaya anak betah berada di rumah.

“Misalnya agar anak mau belajar dan tidak merasa bosan, saat istirahat disediakan makanan kecil. tempat belajarnya selama pandemi yaitu rumah, dibuat nyama, sehingga anak betah belajar,” lanjut Prof. Reni pada webinar yang dimoderatori oleh Dr Hediati.

Satu hal lagi yang perlu diingat, tambah Prof. Reni, seorang ibu harus bisa mengendalikan emosi saat mendampingin anak belajar. “Bila timbul rasa emosi, sebaiknya ibu berhenti sejenak dan menarik napas panjang. lalu tahan beberapa saat, kemudian dihembuskan pelan-pelan. Sehingga timbul rasa tenang dan tidak jengkel lagi pada anak,” ungkapnya.

Latihan pernapasan untuk mengendalikan emosi ini, bisa dilakukan berulang kali oleh para orangtua.

Prof. Reni menambahkan sebagai pendamping ibu juga harus luwes dan tidak kaku. Dia juga menyarankan agar ibu menyimpan nama dan telepon teman-teman anak, orang tua anak, dan guru untuk berkomunikasi. Tujuannya bisa untuk saling bertanya bila muncul suatu masalah.

Dia juga mengingatkan agar ibu bisa mengelola tempat atau lingkungan belajar, agar anak betah belajar. Ibu perlu mahami seberapa lama kekuatan konsentrasi anak dalam belajar, sebagai berikut:
Anak usia 4 tahun, rata-rata lama konsentrasi 8- 20 menit.
Usia 5 tahun 10- 25 menit
Usia 6 tahun 12-30 menit
Usia 7 tahun 14- 35 menit
Usia 8 tahun 16- 40 menit
Usia 9 tahun 18- 45 menit
Usia 10 tahun 20- 50 menit
Usia 11 tahun 22- 55 menit
Usia 12 tahun 22- 55 menit.**
(Dien/Sumber Bunda Yoely, PP IKWI)

Facebook Comments

Check Also

Tim Gabungan Sisir Tempat Wisata, dan Lakukan Tes Swab Antigen

KARTINI – Kunjungan wisatawan ke sejumlah objek wisata di Kabupaten Kuningan ternyat…