BEBERAPA bulan sudah sejak pandemi  merebak, masyarakat mulai terbiasa atau membiasakan diri dengan kondisi ini. Namun demikian masih banyak masyarakat yang menyalahkan pada keadaan, terjadinya krisis ekonomi secara global berdampak besar pada rotasi ekonomi masyarakat. 

Ada yang dengan cepat menyesuaikan diri, namun tidak sedikit menjadi stress karena kesulitan mendapat penghasilan disebabkan pembatasan sosial  serta protokol kesehatan yang harus tetap dijalankan.

Upaya membantu masyarakat agar tetap bisa berpenghasilan selama masa pandemi terus dilakukan oleh pemerintah. Termasuk mensosialisasikan ekonomi kemandirian bagi warga yang dirumah saja. Sejak awal pandemi terjadi tak terhitung berapa kepala keluarga yang kehilangan pekerjaan karena perusahaan terpaksa memangkas hampir setengahnya jumlah karyawan pada kondisi normal.

Salah satu bentuk ekonomi kemandirian yang diperkenalkan oleh pemerintah baik dalam bentuk usaha yang dijalankan dari rumah saja, dengan memasarkan produk melalui media online, saling bertukar informasi sesama penjual yang memiliki aneka ragam produk dari makanan ringan hingga sembako dan busana pun kini bisa diakases pemesanannya melaui media on line.

Sedangkan untuk sebagian masyarakat yang memiliki sedikit lahan, pemerintah juga giat mensosialisasikan ekonomi mandiri dalam bentuk memanfaatkan lahan dengan menanam pohon yang bermanfaat setidaknya untuk kebutuhan sendiri. Seperti menanam sayur menggunakan media barang bekas. Tidak saja sayur tentunya, diharapkan secara perlahan masyarakat akan dengan sendirinya menyadari ketika telah menikmati hasil dari apa yng ditanamnya.

Ditambah lagi sebuah informasi menarik yang juga mampu memikat masyarakat dalam upaya perbaikan ekonomi diantaranya pengelolaan sampah dengan program Bank Sampah yang bisa ditemukan dibeberapa desa di Kabupaten Kuningan.

Menyikapi pandemi dari sisi positif diantaranya makin tinggi kreatifitas masyarakat dalam menciptakan perekonimian mandiri, terbukti antusias masyarakat setiap mendapatkan informasi-informasi menarik pada setiap program pemerintah yang ditawarkan.

Kerja sama masyarakat dan pemerintah serta berbagai aspek pendukung tentu dibutuhkan untuk tetap menjaga keharmonisan hidup bermasyarakat. Untuk menciptakan masyarakat yang mandiri secara ekonomi tanpa harus terus menerus berharap dari bantuan pemerintah selama pandemi.

Karena seyogyanya banyak peluang yang bisa kita hasilkan bahkan dari sejengkal lahan yang kita punya, atau dari satu jenis makanan yang kita buat, atau dari selembar kain yang bisa disulap menjadi busana bahkan dari samapah yang telah dibuangpun bisa menjadi uang yang selama ini kita perjuangkan dalam menghidupi keluarga.

Mari sikapi pandemi dari sisi positifnya agar memotifasi setiap orang untuk hidup lebih sehat seperti protokol kesehatan yang selama ini kita jalankan menjadi budaya dan kebiasaan baik yang selamanya kita jalankan bahkan hingga pandemi inipun menghilang.

Membiasakan diri membaca dan memanfaatkan peluang sekecil apapun untuk sessuatu yang akan menghasilkan, tanpa harus terus menerus mempertanyakan kapan dapat bantuan pemerintah. Itulah masyarakat cerdas dan inovatif yang selama ini kita harapkan. (Vera Verawati)**

Facebook Comments

Check Also

Kabut Duka Di Langit Semeru

GEMURUH tiba-tiba, bumi semeru terguncang. Berhamburan penghuninya bak laron menuju cahaya…