KARTINI – Kendati Pemilihan Umum maupun Pilkada di Kuningan masih lama, namun KPU Kuningan terus melakukan Sosdiklih (sosialisasi pendidikan pemilih) ke sejumlah universitas.

Ketua KPU Asep Z. Fauzi melalui Komisioner KPU Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat Dudung Abdusalam, memaparkan, di penghujung akhir tahun Sosdiklih tersebut dilakukan melalui Goes To Kampus.

Seperti pada Selasa (24/11/2020), dengan Universitas Islam Al-Ihya Kuningan dengan mengangkat tema bincang “Demokrasi, Pemilihan dan Peran Mahasiswa”, kegiatan sosdiklih dilaksanakan dengan dua metode yakni daring melalui aplikasi Zoom Meeting dan luring di Aula Kampus I Unisa Jalan Mayasih No. 11 Cigugur Kuningan.

Kegiatan tersebut, menurutnya, merupakan salah satu implementasi dari MoU yang dibalut dengan nama “KPU Goes To Campus”, KPU mengunjungi kampus, dan diharapkan kedepannya kampus yang berkunjung ke KPU.

Dalam sambutannya, Ketua KPU, Asep Z. Fauzi menjelaskan, bahwa KPU Goes To Campus merupakan salah satu cara KPU dalam melakukan pendidikan pemilih di Kabupaten Kuningan.

“Mahasiswa sebagai kaum terpelajar harus mampu menjadi bagian dari masyarakat, terlibat dengan masyarakat, dan mampu menciptakan gerakan demi kemaslahatan kehidupan bangsa dan negara. Salah satunya dengan peduli dengan proses demokrasi dan terlibat aktif di dalamnya,” pungkasnya.

Bertindak sebagai keynote speaker sekaligus membuka acara secara resmi, Rektor Unisa Nurul Iman mengapresiasi KPU Kabupaten Kuningan. “Terima kasih untuk KPU Kabupaten Kuningan yang telah mendukung implementasi MoU dalam bentuk kegiatan tholabuhl ‘ilmi seperti ini. Semoga kehadiran KPU Kuningan dapat menjadi pengalaman baru dan menambah pengetahuan khususnya tentang demokrasi dan kepemiluan bagi rekan-rekan mahasiswa Unisa,” ujarnya.

Iman menjelaskan kemudian bahwa Pemilu sudah diatur oleh undang-undang. Selain itu, pemilu merupakan salah satu wujud dari pengamalan sila ke-4 Pancasila. Mengingat betapa pentingnya pemilu, Iman mengajak mahasiswa agar secara komprehensif mengawal proses demokrasi dan pemilu khususnya di Kabupaten Kuningan.

“Dari Pemilu ke Pemilu, secara umum bisa kita nilai mengalami perubahan yang baik. Salah satunya adalah kian mapannya regulasi yang mengatur tentang pemilihan. Pemilu dan demokrasi bukan ajang main-main. Misalnya, bagi ia yang melakukan praktik politik uang tentu ancaman pidana pemilu sudah menanti. Selain itu tentu masih banyak lagi aturan-aturan lainnya yang dipandang sudah mapan,” paparnya.

Kegiatan tersebut diikuti oleh 59 peserta luring dan 36 peserta daring. Masih ada satu kegiatan lagi yang akan dilaksanakan di Universitas STIKes Muhammadiyah Kuningan, yang direncanakan pada tanggal 3 Desember 2020. (kh)***

Facebook Comments

Check Also

Naiklah Tinggi Tanpa Menjatuhkan…….

“Naiklah tinggi tanpa menjatuhkan teman mu, bahagialah tanpa menyakiti teman mu̶…