KARTINI – Semua orang mungkin bisa bercerita, tapi tidak semuanya bisa ‘mendongeng’ karena mendongeng butuh keahlian dan seni menjiwai.

Seperti salah seorang pendongeng dari Kabupaten Kuningan, Andini Rahmawati, terpilih mewakili Provinsi Jawa Barat dalam even Festival Dongeng Nusantara ‘Kampung Dongeng’.

Ia membawakan dongeng yang berjudul “Cingcowong” tradisi budaya yang berasal dari Desa Luragung, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.

Berbagai tahapan Ia lalui, mulai dari seleksi naskah hingga terpilih menjadi 60 Finalis, dan terakhir 15 besar, sayangnya langkahnya terhenti hingga 15 besar.

Pendongeng asal Kabupaten Kuningan ini, merasa bangga bisa memperkenal cerita kearifan budaya lokal Desa Luragung yaitu Cingcowong, kepada anak – anak yang disesuaikan dengan cerita ramah anak, tanpa menghilangkan asal mula adanya cingcowong itu sendiri.

“Alhamdulillah bisa masuk nominasi 15 besar juga Saya ngga nyangka, berarti Saya bisa memperkenalkan tradisi budaya Cingcowong untuk cerita nusantara yang ramah,”jelas Andin yang juga seorang jurnalis.

Ia pun menuturkan tentang konsep cerita yang ia tulis saat harus menyetorkan naskah dalam 60 menit terakhir waktu pendaftaran. “Saat itu saya belum terfikir apapun untuk membuat naskah dongeng apa, cuman karena sempat beberapa hari sebelumnya meliput mahasiswi asal Luragung, yaitu Cici, yang pernah juara lomba cipta puisi judulnya Cingcowong, jadinya saya berinisiatif ambil itu saja,”terangnya.

Sebelumnya, lanjut Andin, Ia berniat membawa cerita tentang asal mula nama Cigugur, namun dirasa berat saat mengkonversinya untuk cerita ramah anak. “Agak berat, soalnya banyak tokoh yang harus dimainkan, dan begitu banyak efek suara yang harus saya tirukan, seperti saat peperangan, kuda berlari, dan banyak lagi, jadi saya cari yang simple,”imbuhnya.

Pendongeng yang biasa disapa dengan Teh Andin ini, menjadi satu-satunya finalis dari Jawa Barat yang berhasil lolos di 15 besar.
“Ya masuk 15 besar tuh bangga banget, karena yang lain, apalagi dari pulau Sumatera, Bangka, bikin videonya all out begitu, dan saya bisa mencapai 15 besar juga alhamdulillah,”tambahnya.

Ia pun berterimakasih kepada semua pihak yang sudah mendukungnya saat pembuatan naskah dan video. “Semua ini berkat dukungan dari semua pihak, yang telah membantu, buat keluarganya Kak Ila, GNC Media, juga Om Yudis dari Dewan Kebudayaan Kuningan, Mang Dadawuk, pokoknya semuanya deh, terimakasih,”ucapnya.

Diikuti 500 Peserta

Sementara itu, Penanggung jawab Festival Kampung Dongeng, Awam, mengatakan kegiatan tersebut diikuti lima ratus lebih peserta dari berbagai kalangan dan beragam usia itu, juga menyuguhkan penampilan dari para tokoh dan pegiat budaya di seluruh nusantara.

“Sebagai sebuah produk budaya, yang memuat kearifan lokal, wisdom, dan menyajikan variasi cara pandang untuk memeroleh solusi dari berbagai masalah, aktivitas mendongeng harus selalu digencarkan,” kata Awam

Sedangkan puncak FKD telah dilaksanakan secara streaming melalui aplikasi zoom dan live di channel youtube pada Minggu, (25/10/2020).

“20 (dua puluh) pendongeng pilihan dari
berbagai daerah juga turut memeriahkan festival dengan menampilkan berbagai pertunjukan dongeng budaya seperti dongeng Siluet Candi Penataran (Jawa Timur) dan Tradisi Lisan Lontara (Sulawesi Selatan),” sebutnya

Selain itu saat puncak kegiatan diramaikan oleh seni tradisi Badincak (Bangka Belitung), Wayang Kulit (Jawa Tengah), Beremben Besi(Banyu Asin) Karinding Kuda Awi (Jawa Barat), dan aneka dolanan anak, pakaian adat, dan kuliner khas tradisional dari berbagai daerah.

Menurutnya, selain melestarikan dongeng dan mengangkat kearifan lokal dan budaya nusantara, kegiatan yang dilaksanakan setiap tahun ini, juga akan menyesuaikan dengan kebutuhan millennial dan anak-anak zaman sekarang yang lebih banyak menyerap informasi secara visual. (kh)***

Facebook Comments

Check Also

80 Persen Kematian Akibat Serangan Jantung Ternyata Dapat Dihindari

KARTINI –  Jantung merupakan salah satu organ yang harus dijaga kesehatannya, a…