SANTRI adalah mereka yang menempa pendidikan di pondok-pondok pesantren yang tersebar diseluruh pelosok negeri. Indonesia tidak terlepas dari peran para santri.

Beberapa tokoh besar yang memiliki peranana besar untuk bangsa ini adalah mereka yang menempa pendidikan di pondok pesantren sebagai santri. Bahkan jajaran yang duduk sebagai menteripun ada beberapa yang lulus sebagai santri.

Menteri agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Tenaga Kerja Hanif Dakhiri, Wamenlu AM Fachir dan masih banyak lagi. Sedang tokoh nasional yang begitu harum hingga kini yakni KH. Ahmad Dahlan. Santri-santri hebat yang memiliki jiwa nasionalis luar biasa ikut berperan penting dalam membangun bangsa ini dari berbagai sektor.

Kabupaten Kuningan juga tak lepas dari peran santri. Berdirinya pondok-pondok pesantren yang hampir tersebar merata disetiap penjuru Kuningan secara tidak langsung memberi peran penting untuk perputaran roda ekonomi di kabupaten Kuningan.

Sebuah peristiwa beberapa waktu lalu ditemukannya santri yang positif tertular C-19 hampir saja merusak citra santri dan pondok pesantren, namun tanggapnya pihak pondok pesantren bekerja dengan seluruh elemen masyarakat dan pemerintah serta tim dari kesehatan mampu meredam dengan cepat.

Pada akhirnya Kuningan kembali ke zona kuning setelah beberapa saat dinyatakan zona merah untuk kedua kalinya. Tidak lepas dari peran santri, mereka yang menempa pendidikan dengan disiplin lebih dibanding pendidikan formal umumnya.

Tidak saja pedidikan umum mereka kuasai tapi yang lebih penting adalah pembentukan mental untuk menjadi orang-orang yang tetap berakhlak baik dikehidupan sosial, serta bekerja dengan jujur dibidang apapun dikehidupan bermasyarakat nantinya.

Santri hebat dan sehat  mewujudkan Indonesia kuat, simbolisasi yang butuh pembuktian yang sudah terbukti realisasinya. Pendidikan pesantren yang dulu dipandang sebelah mata kini merupakan lembaga pendidikan yang paling diharapkan mencetak orang-orang pintar dengan tetap berakhlak mulia dan bekerja jujur.

Namun harapan kedepan tentunya kita mampu melepaskan imaje yang secara tidak disadari masih menempel pada pendidikan pesantren. Sebagian masyarakat memiliki kekhawatiran dengan beberapa gambaran anarkis yang dilakukan oleh beberapa oknum yang mengaku  dari organisasi masyarakat islam yang nota bene didalamnya terdapat santri-santri yang dipandang bijak dan penuh kelembutan.

Mari hapus gambar-gambar kelam tentang sosok santri dan pesantren dari trauma terjadinya bom dan teror-teror yang mengatasnamakan agama. Santri sejati mereka yang tetap mengedepankan hati nurani.

Santri pinilih adalah sosok yang menjadikan agama sebagai perekat bukan penghujat. Pemersatu bukan pencipta seteru. Semoga santri-santri kita selalu diberi kesehatan dan kekuatan dalam menjalani pendidikan dan konsisten dalam kebaikan, amin. **

Oleh : Vera Verawati (22 Oktober)

Facebook Comments

Check Also

Menu Hemat Saat Uang Belanja Nyaris Tamat

KARTINI – Tanggal tua biasanya memang isi dompet sudah mulai menipis, apalagi ditamb…