KARTINI – Keterlibatan perempuan dalam politik praktis masih sangat jauh dari yang diamanatkan UU No.2 tahun 2008, sehingga perlu adanya wadah untuk mendongkrak ketertinggalan tersebut.

“Peran perempuan dalam bidang ekonomi dan politik sangat diperlukan, karena perempuan di era posmodern ini, perannya tidak hanya pada saat di kasur, sumur dan dapur, tapi kini perempuan juga ikut menopang perekonomian dan berpartisipasi dalam politik,”papar Ketua Perempuan Indonesia Raya (PIRA), Sri Laelasari, usai teleconference peringatan HUT ke 12 PIRA, pada Selasa (20/10/2020), di Kantor DPC Gerindra, Kuningan.

Dengan adanya wadah PIRA, Sri yakin suara prosentase peranan perempuan di ranah politik bisa sesuai dengan apa yang diamanatkan undang-undang, yakni hingga 30 persen.

Sri juga memaparkan, instruksi dan program PIRA Kabupaten Kuningan di masa pandemi Covid-19 tidak fokus pada bidang kesehatan, melainkan juga dalam pemberdayaan pelaku UMKM, dan pemberdayaan di bidang pertanian.

“Apalagi kan, saat ini masa pandemi. Tentunya, sangat diperlukan peran perempuan untuk pengembangan ekonomi, khususnya di lingkungan keluarga maupun dilingkungan setempat,” ucapnya.

Sri pun menegaskan pihaknya akan selalu berperan aktif dalam menghadapi kondisi saat ini. “Ayo mari bergotong royong dalam menyongsong perempuan Maju, bergerak, dan berkualitas serta bermanfaat bagi masyarakat,”ajaknya terhadap anggota sayap partai Gerindra.

Sementara Ketua DPC Gerindra Kuningan, H. Dede Ismail mengatakan peran perempuan dalam bidang politik sangat diperlukan demi kemajuan bangsa.

“Tentunya untuk memperjuangkan hak-hak perempuan dalam mengawal kebijakan di legislatif. Alhamdulillah, ulang tahun ke-12 PIRA meski ditengah pandemi, tapi tetap berjalan dan fokus di bidang pengembangan ekonomi, kesehatan, dan politik,” ujar Deis sapaan akrabnya yang juga Wakil Ketua DPRD Kuningan. (Dien)***

Facebook Comments

Check Also

Menu Hemat Saat Uang Belanja Nyaris Tamat

KARTINI – Tanggal tua biasanya memang isi dompet sudah mulai menipis, apalagi ditamb…