KARTINI – Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Kuningan telah menyediakan truk pengangkut kotoran hewan dari ribuan peternak sapi yang tersebar di Kecamatan Cigugur.

“Kami sudah menyediakan truk pengangkut kohe, dan sementara kohe tersebut ditampung di lahan kosong seluas dua hektar di Kelurahan Cipari. Kedepan kohe itu akan digunakan untuk pupuk tanaman Kebun Raya Kuningan,” ujar Asep Abdusyakur, Kabid Pengendalian Pemulihan dan Penegakan Hukum Lingkungan, saat mendampingi Kepala DLHK, Wawan Setiawan, kepada http://kartinikuningan.net, Kamis (17/9/2020).

Selain menyediakan truk pengangkut, DLHK saat ini fokus dalam penyadaran kebersihan bagi peternak dan masyarakat sekitarnya, terutama dalam cara pembuangan kohe itu sendiri.

Dikatakan Asep, salah satu cara supaya kohe tidak dibuang langsung ke sungai yaitu peternak harus punya lahan sisa sebagai tempat penampungan kotoran. Akan tetapi, dari 7ribu peternak sapi, sebagian besar belum memiliki lahan kosong untuk menampung kohe tersebut.

Sehingga kotoran-kotoran sapi dibuang langsung ke sungai. “Mereka mencampurkanya dulu dengan air lalu dibuang ke sungai. Padahal sejak dulu (beberapa tahun kebelakang), anjuran dan edaran supaya tidak dibuang ke sungai itu sudah diwawarkan, tapi ya itu, kesadarannya kurang,” paparnya.

Untuk itu, ia berharap kepada masyarakat, khususnya peternak supaya sadar terhadap kebersihan lingkungan. Karena bagaimanapun, jika hanya pemerintah yang teriak, sedangkan masyarakatnya tidak sadar, maka lingkungan tidak akan bisa terjaga dan lagi-lagi pasti tercemari.

Kendati demikian, namun pihak DLHK, menurut Asep, terus memikirkan solusinya, dalam pengurangan pencemaran itu sendiri. “Ada program dari Kementrian Peternakan untuk berbagai solusi, sekarang sedang maping dulu dengan peternaknya, karena setiap desa permasalahannya berbeda, maka solusinya juga pasti berbeda,” paparnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, masyarakat di beberapa desa/kelurahan yang ada di Kecamatan Cigugur kerap mengeluh terhadap kualitas air yang bau akibat tercemari kohe sapi. Kondisi tersebut sudah bertahun-tahun terjadi, tetapi sepertinya antara peternak dan pemerintah kerap tidak sejalan dalam memecahkan permasalahan tersebut. (kh)***

Facebook Comments

Check Also

Kampung Dongeng Gelar Festival Hari Dongeng Nasional

KARTINI – Kebijakan untuk melonggarkan kegiatan di masyarakat, termasuk di lembaga p…