Oleh : Vera Verawati

SETIAP orang memiliki peranan masing-masing dalam kehidupan ini. Ibu, ayah, putra/putri, teman dan tetangga. Satu dan yang lain saling menunjang dan membutuhkan.

Namun diantara peranan tersebut ada satu peran yang sangat penting keberadaannya namun seringkali terabaikan bahkan terlupakan. Ibu, sosoknya yang luar biasa, peranan begitu penting dikehidupan siapapun.

Anda berdiri sekarang dengan gelar apapun tidak terlepas dari peran ibu. Saat ibu mengandung selama 9 bulan lebih, tidak sedetikpun ibu meninggalkan kita, membawa kemanapun pergi, rela bersesak-sesak kesulitan tidur. Berbagi makanan selama dalam kandungan.

Namun lihat dalam kenyataan saat ini, banyak sekali ditemukan seorang ibu yang tinggal seorang diri melewati masa tuanya. Masih disyukuri ibu saat anak-anak yang dibesarkan dengan darah, air susu dan cinta tak terbatasnya,  masih mengirim uang, mengantar makanan dan menjenguk walau hanya seminggu sekali atau sebulan sekali saja.

Tapi yang menyedihkan ditemukan banyak sekali para ibu yang dibiarkan tinggal bahkan tanpa tempat tinggal lalu ditemukan beberapa orang baik yang memberinya tumpangan untuk tinggal, atau sekedar membantu membayarkan sebuah kamar untuk ibu tinggal. Dimana anak-anaknya ?

Tidakkah mereka ingat saat-saat tersulit yang dilakukan ibu untuk menghidupi kita. Saat malampun ibu jadikan siang, bekerja keras tanpa jeda untuk dirinya sendiri, demi kesetaraan hidup kita dengan yang lain. Setidaknya ibu selalu berusaha memberi yang terbaik untuk putra/putrinya. Bahkan lupa dengan kesehatannya sendiri, mengabaikan kebutuhannya sendiri untuk memberi kebahagiaan yang selalu ingin ibu berikan untuk kita.

Saat putra/putri tumbuh dengan baik, meraih setiap impian yang mereka inginkan, ibulah yang paling bangga. Saat kehidupan putra/putri beranjak membaik bahkan sukses sesperti keinginan putra/putrinya. Dan kita seringkali berkata.” Ini karena kerja keras saya”. Lupa bahwa semua keberhasilan yang dimilikinya adalah perjuangan yang amat berat dari  seorang ibu. Namun ibu tetap tersenyum bangga. Dan saat mendapati kehidupan putra/putrinya tetap biasa.

Demi kehidupan keluarganya seorang anak rela meninggalkan ibu bahkan menitipkannya di panti jompo dengan alasan kenyamanan. Tapi ibu tetaplah ibu yang berhati terbuat dari beningnya embun pagi. Tiada benci, tiada amarah. Dan terus saja dalam sujudnya ibu menitipkan kita dalam doa.

Saat seorang ibu tepaksa meninggalkan putra/putrinya demi mencari nafkah untuk memberi kehidupan yang lebih baik, begitu banyak anak-anak yang kecewa, menyalahkan ibu karena tak memberinya kasih sayang dan perhatian. Tanpa pernah memikirkan betapa ibulah yang paling tersiksa menahan rindu dan cinta yang luar biasa namun tertahan oleh kondisi dan keadaan.

Eksistensi seorang ibu begitu penting dan sangat besar dalam kehidupan siapapun, namun begitu banyak yang akhirnya diabaikan bahkan dilupakan keberadaannya. Sudahkah anda tahu kondisi ibu hari ini ? jika tidak maka segeralah temui dan peluk Ibu, betapa rindunya tak terlukis akan terasa saat memeluknya. Untuk anda yang berjauhan. Kapan kabar terakhir didengar tentang ibu. Segeralah ambil ponsel dan telepon ibu. Ungkapkan setiap cinta dan harapan anda untuk ibu.

Itu cukup untuk memberinya kekuatan untuk terus hidup bahagia. Untuk anda yang tak lagi beribu sudahkah doa dipanjatkan semoga Ibu bahagia dan mendapat tempat terbaik di Sisi Tuhan Yang Maha Esa.

“Siapapun anda. Sungguh keberhasilan anda tidak sebanding dengan pengorbanan ibu”. ***

(Kuningan, 9 September 2020)

Facebook Comments

Check Also

80 Persen Kematian Akibat Serangan Jantung Ternyata Dapat Dihindari

KARTINI –  Jantung merupakan salah satu organ yang harus dijaga kesehatannya, a…