KARTINI – Momentum pemberian remisi setiap HUT Kemerdekaan RI pasti akan dinantikan para tahanan, dan di Lembaga Pemasyarakata Kelas II A Kuningan ada sebanyak 218 napi mendapat remisi dan bisa menghirup udara bebas.

Pemberian remisi yang dipandu langsung oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kemenkumham RI, pada Senin (17/8/2020), melalui virtual zoom, yang dipusatkan di Lapas Kelas IIA Mataram, NTB. Seluruh Lapas/Rutan di Indonesia mengikuti acara penyerahan remisi umum dari wilayah masing-masing dengan mengundang jajaranForum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Reyhard Saut Poltak Silitonga dalam laporannya menyampaikan bahwa pemberian remisi merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan tujuan pemasyarakatan, yaitu me-reintegrasikan para warga binaan agar kembali hidup di jalan yang benar. Para warga binaan dibina di dalam Lapas/Rutan agar setelah bebas dapat hidup mandiri dan dapat diterima masyarakat. Jumlah narapidana dan anak se-Indonesia yang memperoleh remisi umum adalah 119.175 orang.

Menteri Hukum dan HAM RI, Yasonna H. Laoly dalam sambutannya menyampaikan bahwa pemberian remisi merupakan apresiasi dari negara kepada para warga binaan karena telah menjalani masa pidana dengan baik.

“Remisi adalah bentuk apresiasi kepada para warga binaan yang telah menjalani pidana dengan berperilaku baik. Mereka di dalam Lapas/Rutan dibina dan dikaryakan untuk memiliki keterampilan. Saya sangat bangga dengan karya-karya narapidana sehingga sering dijadikan souvenir ketika ada kunjungan kerja di luar negeri”, jelasnya secara virtual dari Jakarta.

Di Lapas Kelas II A Kuningan sendiri dihadiri Bupati Kuningan H.Acep Purnama, dan jajaran Forkompimda Kuningan, Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kuningan Gumilar Budirahayu, beserta jajaran nya.

Kepala Lapas Kuningan, Gumilar Budirahayu, meminta kepada semua tahanan yang mendapat remisi supaya bisa beradaptasi dengan lingkungan masyarakat, dengan berprilaku yang baik dan bisa diterima dengan baik pula di tengah-tengah masyarakat.

Jajaran Kemenhumkan saat ini telah serius untuk melakukan pembangunan zona integeritas. Satuan kerja pemasyarakatan maupun imigrasi semuanya berproses mewujudkan pembangunan zona integeritas menuju wilayah bebas dari korupsi. Lapas Kelas II A Kuningan terus berupaya menegakan dan menjadikan  zona integritas. (kh)***

Facebook Comments

Check Also

Akibat Pandemi Covid-19, Kondisi Perekonomian Kuningan Mengalami Tekanan Hebat

KARTINI – Kondisi perekonomian di Kabupaten Kuningan akibat Pandemi Covid-19 mengala…