KARTINI – Era digitalisasi semakin terbuka dan kompleks, dan seakan menjadi satu kewajiban untuk masuk ke era tersebut, jika memang tidak mau disebut tertinggal.

Termasuk dalam urusan ekonomi kreatif. Satu langkah kemajuan, ketika seseorang sudah bisa menyesuaikan diri dengan pemasaran digital. “Ini menjadi tantangan bagi para perempuan, termasuk PR (pekerjaan rumah-red) bagi KOPRI (Korps PMII Putri-red) untuk menggerakan perempuan supaya mampu bersaing dalam ekonomi kreatif berbasis digital,” ujar Ketua Korps PMII Putri Kuningan, Okky Ayu Setiowati, saat berbincang dengan http://kartinikuningan.net , Rabu (5/8/2020).

Okky adalah salah seorang perempuan yang merasa terpanggil untuk andil memajukan kaum perempuan. Terpilihnya Okky menjadi Ketua Kopri PMII Kuningan Periode 2019 – 2021 memiliki Visi Misi yang mulia, yakni membangun gerakan kolektif perempuan dalam upaya kesetaraan dan keadilan di semua aspek kehidupan, baik di wilayah domestik maupun di wilayah publik.

“Sejalan dengan komitmen PMII dalam membangun sumber daya manusia berbasis ekonomi kreatif, termasuk didalamnya kopri akan fokus dalam pengembangan ekonomi kreatif perempuan,” kata Alumni Uniku Pendidikan Biologi ini.

Memajukan ekonomi kreatif, tentu tidak sekedar fokus menjadi visi KOPRI, akan tetapi hal itu sejalan dengan komitmen kepengurusan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang baru. Sejalan dengan semakin kompleksnya peradaban zaman yang tergilas dengan digitalisasi, maka semua harus melek digital.

“Ketika kita tidak bisa memanfaatkan pasar bebas di era digital, maka sudah pasti kita akan tertinggal. Ini yang harus kita bangkitkan bagi kaum perempuan yang kreatif dan ulet dibidang ekonomi tapi masih tradisional. Kalau tidak bisa mengikuti, ya pasti tertinggal,” ucap perempuan muda yang penuh semangat ini.

Salah satu solusi dalam menopang pengembangan ekonomi kreatif tersebut, PMII telah membuat aplikasi penunjang penjualan UMKM di Kab. Kuningan yang akan diberikan dan digunakan para pelaku ekonomi.

Merupakan satu terobosan yang diharapkan bisa menjadi satu solusi bagi para pelaku UMKM dalam hal pemasaran. Terlebih ketika terpuruk akibat Pandemi Covid-19, maka para pelaku usaha di Kuningan pun butuh satu spirit dan solusi untuk bisa bangkit dari keterpurukan itu.

Diakhir perbincangan, Okky mengatakan, selain aplikasi untuk UMKM, dalam pelantikan PMII yang digelar pada Senin (3/8/2020), dilaksanakan pula launcing ‘PMII Smart Media’, yang merupakan media digital PMII dalam pengembangan kaderisasi semacam mini facebook PMII, dan launcing juga penulisan Buku sejarah PMII Kuningan. (kh)***



Facebook Comments

Check Also

Dinilai Peduli Terhadap Pekerja Perempuan, Dinkes Dianugerahi Penghargaan

KARTINI – Perempuan bekerja saat ini trennya semakin naik dan lembaga/perusahaan pun…