KEPRES Nomor 44 Tahun 1984 telah menetapkan 23 Juli sebagai Hari Anak Nasional. Berbagai lembaga hukum perlindungan Anak mulai bertebaran.

Disadari atau tidak, seiring waktu dari tiap generasi memiliki problematikanya sendiri. Era millenial miris diketahui semakin tingginya kasus kekerasan yang terjadi pada anak-anak. Baik bertindak sebagai korban maupun sebagai pelaku.

Hak anak apa saja yang seharusnya menjadi perhatian?, simak yuk.

Hak Untuk Bermain

Berapa jam waktu yang digunakan anak-anak kita untuk bermain, dan permainan jenis apa yang seharusnya dimainkan diusia mereka.

Jika di tahun 90-an anak-anak begitu bahagia mengekspresikan berbagai permainan, mereka leluasa bercengkrama dengan berbagai media disekitarnya dari mulai tanah, air dan udara. Motorik mereka terlatih mencipta permainan ataupun alat bermain sendiri.

Itu sebabnya mereka yang terlahir diera tersebut menjadi pribadi-pribadi yang lugas dan bahagia. Bandingkan dengan anak-anak sekarang yang berjam-jam asik dengan diri mereka sendiri karena gadjet mengalihkan sitem motorik mereka.

Hak Untuk Mendapatkan Pendidikan

Pendidikan yang seharusnya didapatkan oleh anak-anak di usia berapakah? Maraknya program pendidikan yang ditawarkan bahkan sejak anak usia 2 tahun. Haruskah kemajuan zaman memacu orang tua memaksakan pendidikan yang belum seharusnya diterima diusia tertentu, karena justru dengan bermain bersama anak-anak akan lebih baik dalam pembentukan motorik anak.

Sebaliknya dilain sisi saat ini ditemukan angka yang mencengangkan meningkatnya anak-anak putus sekolah. Tidak saja faktor ekonomi sebagai alasan utama tapi juga keengganan dari anak-anak itu sendiri untuk melanjutkan pendidikan. Dimana letak kesalahan,  pada anak-anak kita ? sitem pendidikankah yang makin rumit atau peran orang tua yang kurang maksimal ?

Hak Mendapatkan Perlindungan

Bertebaran kita masih menyaksikan banyaknya anak jalanan yang tidak memiliki tempat tinggal. Mereka dipaksa menjadi pengemis, pengamen jalanan, bahkan pencuri, pengedar narkoba dan lain-lain. Orang dewasa disekitarnya yang diharapkan menjadi pelindung dan memberi perlindungan bagi mereka justru memonopoli hidup mereka.

Berbagai upaya terus dilakukan melalui pendekatan persuasif baik yang dilakukan beberapa komunitas dan Yayasan Perlindungan Anak Indonesia (YPAI) yang diprakarsai oleh Kak Seto untuk menyelamatkan anak-anak . Pengadaan rumah singgah untuk anak-anak jalanan merupakan salah satu upaya memberikan tempat tinggal bagian dari bentuk  perlindungan itu sendiri.

Hak Mendapatkan Nama (Identitas)

Saat ini kita ketahui tingginya angka perceraian pada pasangan membuat banyak anak merasa kehilangan identitas dirinya. Angka kriminal yang dilakukan oleh anak menjadi salah satu cara bagi sebagian anak sebagai pembuktian dari identitas mereka.

Kekurangan perhatian dan kasih sayang memberi peluang besar untuk anak-anak yang tidak memiliki pondai keyakinan yang kuaat untuk bertindak tidak terkontrol. Penggunaan narkoba pada anak-anak juga kian meningkat. Ini juga merupakan salah satu pencarian identitas pada anak-anak yang kehilangan pengawasan orang tua.

Hak Untuk Mendapatkan Makanan

Dilihat dari segi ekonomi Indonesia termasuk negara yang kaya, namun pada kenyataannya masih ditemukan kasus anak yang kekurangan gizi, untuk mendapatkan makanan yang layakpun sebagian anak masih kesulitan, apa lagi memenuhi standar gizi empat sehat lima sempurna.

Kepekaan kita terhadap sesama tentu dibutuhkan guna membantu mengurangi angka kemiskinan yang kian melonjak terutama pasca fandemi.

Hak Mendapatkan Akses Kesehatan

Kesehatan anak-anak tentu sangat penting. Sebagai generasi penerus satu bangsa dibutuhkan anak yang memiliki kesehatan prima. Bagaimana kita mampu menciptakan anak yang sehat jika kebutuhan akan gizi yang seimbangpun tak bisa terpenuhi.

Adanya faksinasi pada anak dan pemberian vitamin di usia tertentu tidak cukup untuk mencipta generasi yang sehat. Dibutuhkan sebuah program estapet secara berkesinambungan dilakukan secara rutin pada anak-anak kita.

Baik pemberian makanan sehat maupun pemeriksaan kesehatan secara gratis mengingat sebagian besar dari anak-anak tergolong warga kurang mampu.

Hak Untuk Mendapatkan Rekreasi

Rekreasi untuk anak-anak sangat mudah diberikan, tidak hanya kita harus mengajak mereka ke lokasi rekreasi yang tentu dibutuhkan bajet khusus dan sebagaian besar dari mereka warga berkemampuan mengah kebawah.

Cukup dengan ikut bergabung dalam permainan mereka, merasakan dunia mereka, menikmati keindahan masa pertumbuhan mereka itu merupak rekreaasi paling sederhana.  Ciptakan keharmonisan dengan memberi kesempatan pada mereka berkreatifitas mencipta permainan itu juga bagian dari rekreasi untuk anak.

Hak Untuk Mendapatkan Kesamaan

Yang dimaksud disini kesamaan dalam perlakuan, anak-anak juga ingin diakui keberadaannya dengan mendapatkan perlakuan yang baik serta diberikan hak mereka untuk mengungkapkan pendapat.  Hak memiliki peran dalam pembangunan dan Hak mendapatkan status kebangsaan juga sudah seharusnya didapatkan oleh anak kita.

Mari kita saling bergandengan tangan menyelamatkan generasi kita dengan memberikan kasih sayang dan perhatian sebanyak-banyaknya untuk anak-anak kita. Luangkan waktu untuk mereka jadilah bagian dari permainan mereka, karena dengan menjadikan anak yang bahagia akan tercipta generasi yang sehat dan berkualitas.

Oleh : Vera Verawati (23 Juli 2020)

Facebook Comments

Check Also

Akibat Pandemi Covid-19, Kondisi Perekonomian Kuningan Mengalami Tekanan Hebat

KARTINI – Kondisi perekonomian di Kabupaten Kuningan akibat Pandemi Covid-19 mengala…