KARTINI – Minat baca masyarakat Indonesia masih sangat mengkhawatirkan, terutama pada anak-anak harus terus didorong supaya bisa menjadi anak yang solutif dan mampu menggali potensi yang ada dalam dirinya.

Sedangkan di Indonesia sendiri, dari analisa data secara Nasional, minat baca masyarakat Indonesia ternyata berada diangka 0,001 persen. Selain itu pada program Darring, WPM Jawa Barat baru sampai 190 anak, masih kurang dari 200. Itu artinya minat baca pada anak-anak harus didorong.

Demikian dikatakan Bunda Literasi Provinsi Jawa Barat, Atalia Praratya Ridwan Kami, saat menghadiri Rechecking Lomba Perpustakaan Desa/Kelurahan Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2020, di Desa Pasayangan Kecamatan Lebakwangi Kuningan, belum lama ini.

“Budaya literasi itu penting, sebab membutuhkan banyak wawasan agar mereka bisa produktif. Bisa dikenalkan kepada buku maka akan mendorong masyarakat, terutama anak-anak menjadi inovatif dan kreatif, bahkan menjadi manusia yang solutif. Budaya membaca harus ditanamkan sejak dini kepada anak-anak, sebab senang membaca itu salah satunya karena adanya pembiasaan,” paparnya.

Atalia Praratya Ridwan Kamil memuji ‘Perpustakaan Jendela Dunia’ yang ada di Pasayangan tersebut. Menurutnya, ‘Perpustakan Jendela Dunia’ memiliki sejumlah kelebihan, khususnya untuk para pembaca disabilitas, dan itu sangat luar biasa karena di perpustakaan lain belum banyak yang menyiapkan fasilitas untuk saudara kita yang disabilitas.

Pemerintah di semua tingkatan terus mendorong dan mendukung keberadaan perpustakaan, tidak hanya di Kecamatan atau Desa, namun hingga ke sekitar rumah warga. Dirinya berharap perpustakaan menjadi tempat kreatif. Sehingga tidak sekadar edukasi dan informasi, namun semua kebutuhan masyarakat harus dihadirkan dalam perpustakaan.

Kegiatan Rechecking lomba perpustakaan Desa adalah bagian program unggulan menuju Jabar juara, Jabar Melek baca, masyarakat teredukasi dan sejahtera. Indeks baca harus meningkat, melek data, sebab saat ini masyarakat dalam melek baca masih berada di papan tengah. Perpustakaan diharapkan mampu mencerdaskan masyarakat.

Sementara itu, Desa Pasayangan yang memiliki perpustakaan dengan nama “Jendela Dunia” tersebut ikut serta dalam Lomba Perpustakaan Desa/Kelurahan Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2020. Hadir bersama Bunda Literasi Jabar, Atalia, Kadispuspida Jawa Barat DR. Ir. H. Ahmad Hadadi, dan Tim Penilai Rechecking Lomba. Juga Bupati Kuningan, H. Acep Purnama, Bunda Literasi Kabupaten Kuningan Hj. Ika Acep Purnama, Wakil Ketua TP PKK, Yoana Ridho Suganda, Kadis Kearsipan dan Perpustakaan Kuningan, Ucu Suryana. (kh)***

Facebook Comments

Check Also

Kampung Dongeng Gelar Festival Hari Dongeng Nasional

KARTINI – Kebijakan untuk melonggarkan kegiatan di masyarakat, termasuk di lembaga p…