KARTINI – Virus Corona sampai sekarang belum ditemukan obatnya, namun dengan kekebalan tubuh bisa menjadi satu penangkal virus tersebut. Bagi yang sudah terpapar, World Health Organization (WHO) merekomendasikan perawatan di rumah.

Termasuk Orang Tanpa Gejala (OTG) yang terpapar, baik dari hasil swab yang singkat, aturan WHO sekarang bisa dilakukan perawatan dirumah. WHO memperbarui kriteria untuk keluar dari isolasi sebagai bagian dari jalur perawatan klinis pasien COVID-19.

“Itu tertuang dalam Manajemen Klinis pedoman sementara Covid-19 yang diterbitkan pada tanggal 27 Mei 2020,” jelas Kepala Dinas Kesehatan Kuningan, dr.Hj.Susi Lusiyanti.

Kriteria tersebut sambung Susy, berlaku untuk semua kasus COVID-19 terlepas dari lokasi isolasi atau tingkat keparahan penyakit.

“Kriteria untuk mengeluarkan pasien dari isolasi. Misalkan menghentikan tindakan pencegahan berbasis transmisi tanpa memerlukan pengujian ulang ,” ungkapnya.

Sedangkan termasuk tanpa demam dan untuk kasus tanpa gejala pernapasan 10 hari setelah tes positif untuk SARS-CoV-2. “Misalnya, jika pasien memiliki gejala selama dua hari, maka pasien dapat dilepaskan dari isolasi setelah 10 hari + 3 = 13 hari dari tanggal onset gejala; untuk pasien dengan gejala selama 14 hari,” katanya.

Pasien pun dapat dipulangkan terhitung sebanyak 14 hari + 3 hari = 17 hari dan setelah tanggal timbulnya gejala untuk pasien dengan gejala selama 30 hari.

”Pasien dapat dipulangkan (30 + 3 =) 33 hari setelah onset gejala,” katanya.

Mengenai aturan WHO tersebut, pemerintah dalam hal ini Negara dapat memilih untuk terus menggunakan pengujian sebagai bagian dari kriteria rilis.

“Jika demikian, rekomendasi awal dari dua tes PCR negatif yang terpisah setidaknya 24 jam dan digunakan,” katanya. (dien)**

Facebook Comments

Check Also

80 Persen Kematian Akibat Serangan Jantung Ternyata Dapat Dihindari

KARTINI –  Jantung merupakan salah satu organ yang harus dijaga kesehatannya, a…