KARTINI – Dari 50 anggota DPRD Kuningan, ternyata hanya 21 anggota yang berani melakukan rapid tes Covid-19, sedangkan 29 anggota diduga kuat fobia dan memilih tidak hadir ke rapid tes tersebut.

Dari pantuan http://kartinikuningan.net, rapid tes yang digelar oleh Dinas Kesehatan tersebut berlangsung pada Kamis (9/7), di halaman gedung dewan. Rapid yang dimulai sejak pukul 09.00 wib dilakukan secara bergantian.

Akan tetapi, hingga pukul 13.00 wib., dari 50 anggota legislatif tersebut, hanya 21 anggota yang ‘berani’ di-rapid tes. Mereka didominasi dari Fraksi PDIP, disusul Demokrat dan PKB. Dari 21 anggota yang dirapid, ternyata 1 diantaranya dinyatakan reaktif positif, yakni ada gejala mengarah kepada positif.

“Tes ini dilakukan sehubungan adanya agenda Bimtek (Bimbingan Tekhnis) peningkatan kapasitas pembahasan LPJ ke Bandung. Meskipun bukan menjadi syarat, tapi Kami ingin mengetahui semuanya dalam keadaan sehat, dan jika ada yang hasilnya positif atau mengarah ke positif, maka disarankan untuk tidak ikut Bimtek,” papar Ketua DPRD, Nuzul Rachdy.

Sementara itu, Juru Bicara Crisis Center Penanganan Covid-19, dr.Deny Mustofa mengatakan, hasil yang reaktif positif itu disarankan untuk tidak ikut bimtek, dan untuk melakukan isolasi mandiri di rumah.

“Reaktif itu berarti samar-samar mengarah ke positif, maka yang reaktif itu harus dilakukan swab untuk memastikan positif tidaknya,” tandasnya. (kh)***

Facebook Comments

Check Also

Yuk Kenali Manfaat Buah Dari Warnanya

KARTINI – Dalam Pedoman Gizi Seimbang (PGS) yang dikeluarkan oleh Kementrian Kesehat…