KARTINI – Salah satu minuman tradisional yang mulai langka saat ini adalah Lahang. Ya, Lahang kini sudah mulai tergerus oleh minuman modern lainnya.

Lahang sendiri merupakan minuman tradisional asal Jawa Barat, dengan bahan baku dari pohon aren yang berusia 5 tahun, yang disadap, kemudian diambil sarinya.

Rasanya pun segar dan manis. Minuman ini dipercaya memiliki berbagai khasiat salah satunya adalah mengatasi masalah pada saluran air kecil jika dicampurkan sedikit kapur sirih. 

Penikmat Lahang, Jajang, menjelaskan, khasiat setelah ia meminum Lahang. “Lahang ini aman karena merupakan minuman herbal, yang menggunakan pemanis alami, cara pengolahannya seperti wedang yaitu dengan direbus terlebih dahulu, setengah jam kemudian baru disajikan,” jelas pria yang juga anggota DPRD Fraksi PKS tersebut.

Jajang menjelaskan cara mengkonsumsi Lahang selain dikonsumsi secara langsung, lahang juga merupakan bahan dasar dari Gula Aren.

“Untuk di Jawa Tengah dan Jawa Barat, selain diminum, Lahang bisa diproduksi menjadi gula aren, cuman karena permintaan kolang kaling cukup tinggi, jadi penyadapan nira dan pembuatan gula aren berkurang,” paparnya.

Seperti yang dikatakan penikmat Lahang lainnya, Dany Andriawan, proses memasaknya memakan waktu seharian penuh, dengan dimasak di atas api yang menyala hingga berwarna kecoklatan dan mengental.

“Dulunya Lahang tuh laku dijual, dipikul dengan menggunakan bambu, ini juga bisa menjadi minuman pengganti cairan tubuh. Seharusnya Lahang ini lebih bisa populer, karena Lahang juga merupakan minuman isotonik. Minuman herbal alami,” jelas Dany. (dien)**

Facebook Comments

Check Also

Dinilai Peduli Terhadap Pekerja Perempuan, Dinkes Dianugerahi Penghargaan

KARTINI – Perempuan bekerja saat ini trennya semakin naik dan lembaga/perusahaan pun…