SEBAGAI wanita posmodern, Rosalina Devi Yanti, selalu berusaha menjaga lingkungan rumahnya di samping ia harus bertugas sebagai wakil rakyat.

“Kita harus selalu waspada,  dan tetap selalu menjaga gaya hidup sehat, karena kita harus meningkatkan imunitas tubuh, untuk mencegah dari penularan Covid-19,dan yang pasti juga menjaga pola hidup bersih,”ujar Devi yang merupakan Anggota DPRD Kuningan Komisi IV.

Selain itu, Devi pun mewanti-wanti, bila tidak bisa menjaga pola hidup bersih maka akan ada ancaman penyakit yang lebih berbahaya selain Covid-19,yaitu Demam Berdarah.

“Selain masa pandemic Covid-19 sekarang, ada penyakit yang lebih berbahaya yakni Demam Berdarah (DBD) yang di akibatkan lingkungan tidak bersih,” ungkap anggota dewan yang masih muda itu.

Ancaman berbahaya terhadap penyakit DBD, kata dia, karena penyakit ini lebih cepat menumbangkan seseorang jika terjangkit. “Sebab, serangan DBD ini bisa menghilangkan nyawa seseorang, tanpa ada penyerta penyakit lain,” katanya.

Maka dari itu, menghadapi adaptasi kebiasaan baru mengingat salah seorang Anggota DPRD Kuningan, untuk gencar melakukan konsolidasi dan sosialisasi terhadap lingkungan masyarakat sekitar.

“Bukan hanya untuk lingkungan keluarga saja, saya sering ingatkan kepada warga untuk selalu waspada dan bergaya hidup sehat. Sebab salah satunya seperti disebutkan tadi.”ujarnya.

Karena ketika warga terpapar covid-19,tambah Devi, meskipun belum ada vaksi untuk penyembuhannya. Namun virus Corona tersebut dapat ditangani dengan cepat. “Sehingga tidak sedikit di sejumlah daerah, yang berhasil sembuh dari Virus Covid-19 ini, “tandas ibu satu anak ini.

Jadi, masih kata Devi yang juga mantan Petugas medis Puskesmas Pancalang ini mengemukakan, berbicara penyakit memang sangat mengancam terhadap keselamatan hidup.

“Namun jika dilakukan perbandingan antara kadar jenis penyakit satu dengan lainnya, tentu memiliki selisih jauh berbeda. Dan hal ini perlu dilakukan melalui antisipasi dengan gaya hidup sehat,” katanya.

Untuk melakukann pencegahan penyebaran DBD, kata Devi, ini bisa dilakukan dengan cara bersih – bersih lingkungan. “Juga diusahakan tidak terjadi genangan air pada tempat tertentu, yang dianggap bisa menimbulkan jenik nyamuk berbahaya. Nah, kaitannya dengan masa pandemi covid-19 sekarang, ini ada kebaikan bagi lingkungan masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidup sehat,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kuningan Hj Susi Lusiyanti mengatakan, untuk kasus DBD di Kuningan tidak mengalami peningkatan jumlahnya.“Paling dibawah seratus ya,” kata Susi.

Susi menerangkan, sosialisasi pencegahan DBD dan bahaya Covid-19 saat ini, getol dilakukan terhadap lapisan masyarakat.
“Namun mengenai teknik penyampaian dalam materi kesehatan dan pencegahan DBD maupun Covid-19, itu tidak mengumpulkan banyak masyarakat,” katanya.

Terus sebagai antisipasi pemerintah dalam menekan penyakit DBD di lingkungan masyarakat. “Kita lakukan penyemprotan asap untuk membasmi jentik bibit nyamuk berbahaya tersebut,” katanya.

Mengenai jumlah kasus DBD di Kecamatan Darma, kata Susi, bersyukur sampai saat ini mengalami penurunan dan kembali sehat seperti biasanya.“Memang ada terjangkit namun, yang terjangkit tersebut sekarang sudah sembuh,” katanya. (dien)**

Facebook Comments

Check Also

Naiklah Tinggi Tanpa Menjatuhkan…….

“Naiklah tinggi tanpa menjatuhkan teman mu, bahagialah tanpa menyakiti teman mu̶…