KARTINI – Ribuan Calon mahasiswa baru (Camaba) gelombang satu jalur reguler yang mendaftar ke Universitas Kuningan (Uniku), pada Sabtu (13/6/2020), mengikuti ujian seleksi masuk secara online.

“Alhamdulillah, Uniku masih mendapatkan kepercayaan masyarakat di masa pandemic covid 19 dengan menyaring camaba di gelombang satu sebanyak 1.030 dengan rincian, 552 camaba yang mendaftarkan di jalur reguler (umum), 216 di jalur KIP Kuliah (bidikmisi), 256 yang mendaftarkan di jalur prestasi baik akademik maupun non akademik dan 2 orang camaba transfer (pindahan),” kata Rektor Universitas Kuningan (Uniku) Dr. Dikdik Harjadi, SE., M.Si.

Selain seleksi camaba, pada tahun akademik 2020-2021, Uniku siap menyalurkan 150 kuota KIP Kuliah dari Pemerintah melalui Kemendikbud. Uniku yang paling banyak mendapatkan jumlah kuota KIP Kuliah dari Kemendikbud di Kabupaten Kuningan maupun se-wilayah III Cirebon bahkan mungkin se-Jawa Barat.
“Ini menandakan bukti kepercayaan Pemerintah melalui Kemendikbud terhadap salah satu perguruan tinggi terbaik 155 di Indonesia versi Kemendikbud dan peringkat 54 UI Green Metric tahun 2019,” ujarnya.

Dikatakannya, untuk tahun ini ada  3 program studi (Prodi) yang masih menjadi primadona Camaba, yaitu Prodi Manajemen, Akuntansi, dan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD).Para Camaba yang mendaftarkan di gelombang satu itu, berasal dari Kabupaten Tanggamus Provinsi Lampung, Jabodetabek, Bandung, Subang, Sumedang, Bantul, Magelang, Kebumen, Brebes, Tegal, Pemalang, Cianjur, Ciamis, Tasikmalaya, dan Wilayah III Cirebon. 

Bagi peserta yang belum mengikuti tes kemarin, bisa mengikuti tes susulan kembali secara online pada hari Senin 15 Juni 2020 pada pukul 08.00 – 12.00 WIB di https://spmb.uniku.ac.id/. Uniku juga membuka penerimaan mahasiswa baru (PMB) gelombang 2 dari tanggal 15 Juni – 27 Agustus 2020 untuk tes akan dilaksanakan pada tanggal 29 Agustus 2020.  (kh) ***

Facebook Comments

Check Also

Menu Hemat Saat Uang Belanja Nyaris Tamat

KARTINI – Tanggal tua biasanya memang isi dompet sudah mulai menipis, apalagi ditamb…