KARTINI – Unit PPA Satreskrim Polres Kuningan berhasil mengamankan AYN (34 tahun), warga Kecamatan Cilimus yang diduga melakukan pencabulan terhadap delapan anak dibawah umur.

Demikian rilis yang  disampaikan Polres  Kuningan, pada  Jumat (5/6/2020), di Mapolres Kuningan. Tersangka disebutkan,  bekerja sebagai karyawan honorer di salah satu badan taman nasional yang ada di wilayah Kabupaten Kuningan.

Ketua Harian P2TP2A Kuningan, Any Saptarini, mengatakan Pihaknya bersama Dinsos sudah bekerja sejak seminggu yang lalu. “Menyikapi kasus tersebut untuk sementara, dimohon kepada seluruhnya, agar sama-sama melakukan perlindungan terhadap anak khususnya korban,” paparnya.

Kini pihaknya tengah melakukan tindakan untuk menjaga kondusifitas masyarakat guna mencegah dampak stigmanisasi terhadap anak.” Untuk urusan kasus anak, kami sangat berhati – hati sekali. Jadi mohon maklum adanya,”paparnya

Sementara itu, Kapolres Kuningan, AKBP Lukmam Syafri Dandel Malik, menjelaskan tersangka diamankan karena diduga melakukan tindak pidana asusila dengan menyodomi beberapa orang di tempat dan waktu berbeda.

Kejadian asusila yang diduga dilakukan tersangka,  disebutkan,  berlangsung sekira Bulan Januari hingga Pebruari tahun 2019 lalu.

“Tersangka diduga melakukannya di sebuah rumah kontrakan, rumah warga dan di sebuah warung di sekolah yang berada di Kecamatan Cilimus, ” terangnya.

Diterangkan,  tersangka mengenal para korban karena Ia merupakan tetangga korban dan para korban sering bermain di rumah tersangka sehingga terjadi perbuatan asusila tersebut. 

“Akhirnya keluarga salah seorang korban mengetahui bahwa anaknya telah menjadi korban asusila yang diduga dilakukan oleh tersangka. Keluarga korban melaporkan perilalu bejat tersangka pada pihak kepolisian Polres Kuningan, ” ujar Kasatreskrim.

Bersama pelaku,  polisi mengamankan juga barang bukti berupa baju sweter, baju dan celana. Juga pakaian yang diberikan oleh pelaku terhadap para korban untuk membujuk dan merayu sampai akhirnya terjadi perbuatan tersebut.

“Tersangka diduga telah melanggar Pasal 82 ayat (1) dan ayat (4) UU R.I No. 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU R. I Nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan  kedua atas UU R.I No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi Undang – undang Jo. Pasal 76E UU R.I No. 35 tahun 2014  perubahan atas UU R.I No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak Jo. Pasal 64 KUHPidana, ” papar AKP Danu.

Atas perbuatannya,  tersangka terancam hukuma penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 15 (lima belas) tahun dan atau denda sebanyak Rp 5  miliar. (dien) **

Facebook Comments

Check Also

Menu Hemat Saat Uang Belanja Nyaris Tamat

KARTINI – Tanggal tua biasanya memang isi dompet sudah mulai menipis, apalagi ditamb…