RAMADHAN dipenghujung. Satu punama yang tidak biasa. Angkasa beristighfar dalam gelepar merajalalela.

Angkuh sang wabah meragasukma. Tangan-tangan lunglai tengadah dalam hiba. Dzikir-dzikir fakir dari hati yang miskin.

Malam seribu bulan bernoktah. Tiada hamparan karpet merah penyambutan. Tiada simpai tutur syukur kemuliaan.

Segelintir salih bersama sabda-sabda langit. Menitik tangis terisak disetiap aliran darah.

Rabb, bulan paling suci segera undur diri. Berdiri ringkih Aidil fitri berlangit pandemi.  Sedang diri masih berbusana dunia mahkotakan dosa.  

Ampuni kami Ya Rabb, diakhir Aidil Fitri. Luruhkan dosa diri, kembalikan hati menjadi suci. Amin.

Oleh :Vera Verawati (Kuningan,220520)

Facebook Comments

Check Also

Sekda Dian “Tetap Disiplin Prokes, Karena Kita Terpaksa Hidup Berdampingan Dengannya”

KARTINI – Meskipun angka kasus terkonfirmasi Covid-19 di Kabupaten Kuningan mengalami penu…