KARTINI – Pembagian beras (salah satu item paket sembako-red) untuk warga di Lingkungan Sukarame Kelurahan Cipari Kec. Cigugur Kuningan ternyata memang dialokasikannya sebanyak 2,5 kg, cuma dibungkus dengan kantong yang bertuliskan 4 kg.

“Iya itu kesalahan saya dalam mengisi data. Saat itu, Pak Atang saat meminta paket sembako untuk Lingkungan Sukarame Kelurahan Cipari terburu-buru, dan saat itu blangko pengisian datanya habis. Maka atas inisiatifnya sendiri Pak Atang memfotokopi blangko tersebut, dan saya tidak ngecek kembali,” ujar Hj. Iis, anggota PKK Kuningan Pokja III didampingi Ketua TP PKK Hj.Ika Rahmatika, saat menjelaskan seputar laporan warga Cipari atas bantuan sembako yang dicurigai adanya pengurangan. 

Akibat tergesa – gesa dalam pengisian data, ia tidak mengecek ulang, jika blangko pengisian data adalah untuk paket sembako yang berisi beras 4 kg, sedangkan paket beras yang akan dibagikan sebesar 2,5 kg.  “Saya berani bila dijadikan saksi, karena itu murni tidak ada pengurangan dan sebagainya, karena beras yang diberikan sebesar 2,5 kg, memang dari PKK nya segitu, dan itu hanyalah kesalahan data,” tandasnya.


Mengakui Kurang Teliti Karena Banyaknya Permintaan


Iis pun membeberkan pada awalnya paket sembako memang diberikan sebesar 4 kg, namun setelah hari Sabtu kemarin pihaknya membaginya menjadi 2,5 kg perpaket, karena banyaknya permintaan. “Iya sebenarnya sejak hari Sabtu kemarin pembagian sembako untuk berasnya sebesar 2,5 kg, yang saat itu kami memberikan ke petugas Lingkungan Hidup, petugas berbaju orens, yang merupakan tenaga harian lepas,”jelas Hj. Iis.

Menyikapi permasalahan tersebut, Ketua TP PKK, Hj. Ika bersama anggota PKK pun meminta maaf atas keteledoran itu, dan menyadari akibat kelalaian nya dalam memasukan data itu kurang teliti saat akan memberikan blangko. Ketidak telitian tersebut bukan disengaja, namun murni adanya human error.


“Sama sekali tidak ada unsur disengaja atau unsur lainnya. Karena permintaan banyak, maka PKK sepakat sejak Sabtu, isi berasnya dikurangi supaya bisa terbagi rata atas permintaan yang masuk. Dengan adanya permasalahan ini, kami bisa ambil pelajaran untuk lebih teliti lagi, maklum saja teh karena banyaknya permintaan saat itu, jadi kami tidak sempat untuk membuat blangko untuk paket yang isinya 2,5 kg,” jelas Hj.Ika. 

Sudah Mencapai 8,5 Ton

Hingga kini jumlah paket yang telah dikeluarkan oleh TP PKK jumlah total 8,5 ton  beras yang dibagikan ke masyarakat, terdampak corona. Seperti warga Lansia, janda yang memiliki banyak anak, yatim piatu, dan yang terdampak pandemi Corona lainnya.

Paket sembako berupa beras, telur, minyak tersebut berasal dari patungan anggota TP PKK Kuningan, dan para donatur yang dengan suka rela menawarkan langsung bantuannya kepada kami. “Alhamdulillah bantuan tersebut, dari para donatur datang tanpa kami minta, mereka menawarkan sendiri bantuannya. Kami pun hanya kepanjangan tangan untuk menyalurkannya,” tandasnya.


Sebelumnya, sejumlah warga Sukarame Kelurahan Cipari Kecamatan Cigugur, pada Selasa (12/5/2020) pagi, bergegas kepada petugas polisi sektor setempat. Dede, perwakikan warga tersebut mendapati sembako berisi beras hanya 2, 5 kg, sedangkan dalam kantongnya bertuliskan 4 kg. (dien)***

Facebook Comments

Check Also

Kapolres Kuningan Berikan Award Kepada 20 Anggotanya Yang Berprestasi

KARTINI – Sebanyak 20 personel Perwira dan Brigadir Polres Kuningan dinilai berprest…