KARTINI – Beberapa hari lagi, sejumlah wilayah di Jawa Barat akan memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), termasuk Kabupaten Kuningan, dan pada Jumat (1/5/2020), unsur Forkopimda melakukan sosialisasi ke masyarakat yang ada di pasar-pasar tradisional.

“Kenapa sosialisasi ini dilakukan di pasar-pasar tradisional, karena memang intensitas kunjungan masyarakat ke pasar tradisional cukup tinggi, makanya kita perlu pendekatan supaya mereka tahu apa sebenarnya PSBB, karena kebijakan yang diambil Jawa Barat ini semata-mata untuk melawan secara masif terhadap virus, ” ujar Bupati H.Acep Purnama saat berada di titik kumpul  agenda sosialisasi PSBB, di Pendopo bersama Forkopimda.

Pasar-pasar yang menjadi sasaran sosialisasi adalah semua pasar tradisional yang ada di Kuningan, diantaranya, Pasar Baru, Pasar Kepuh, Pasar Ancaran, Pasar Ciaiwigebang, Pasar Luragung, Pasar Darma, Pasar Cilimus, Pasar Kramatmulya, dan pasar lainnya. “Pendistribusian barang ke pasar tetap  ada dan itu akan dibantu petugas Dishub, cuma waktunya dibatasi, yaitu kalau di pasar dari pukul 4 pagi sampe pukul 12 siang. (04.00 – 12.00 wib), ” katanya.

Sedangkan untuk wilayah kerja lainnya, seperti toko, supermarket, apotek buka dari pukul 08.00 sampai 16.00 wib. Perkantoran tutup atau Work From Home (WFH). PSBB tersebut mulai efektif tanggal 6 Mei selama 14 hari masa inkubasi virus.

Sementara itu, dari pantauan di Pasar Baru Kuningan sendiri, sejak adanya wabah corona tingkat kunjungan masyarakat ke pasar diakui penjual sudah menurun, dan dagangan mereka sepi dari pembeli. Lebih terpuruk lagi, saat ramadhan yang biasanya dipadati masyarakat, sekarang sangat sepi. “Sangat sedih, dagangan jadi kurang laku, tapi mau bagaimana lagi, kalau itu sudah keputusan pemerintah, ya saya si ngikut aja,” kata Inih, pedagang sayuran ketika dikunjungi Wakil Bupati Rido M.Suganda didampingi Kapolres AKBP, Lukman Dandel Syarif.

Wabup Ridho meminta pedagang bersabar dan membantu pemerintah dalam memutus mata rantai virus. Aktifitas di pasar bukan berarti diputus total, tapi hanya dibatasi dan dalam pengangkutan barang akan dibantu aparat Dishub dan Polres Kuningan dari pintu masuk hingga ke tempat.

Pemberlakuan PSBB untuk sementara di 10 kecamatan, yaitu Kec.Kuningan, Kramatmulya, Cilimus, Luragung, Kadugede, Darma, Ciawigebang, Garawangi, Maleber, dan Subang. (kh) ***

Facebook Comments

Check Also

80 Persen Kematian Akibat Serangan Jantung Ternyata Dapat Dihindari

KARTINI –  Jantung merupakan salah satu organ yang harus dijaga kesehatannya, a…