KARTINI – Uu (60 tahun) adalah salah seorang disabilitas (tuna netra) dari 70 disabilitas asuhan Rumah Sahabat Qur’an Kabupaten Kuningan yang kehilangan pekerjaannya karena pandemi Covid-19. Mereka benar-benar butuh uluran tangan para aghniya karena diantara mereka masih mempunyai tanggungan hidup membiayai keluarganya.

Sebagian besar dari 70 disabilitas tersebut berprofesi sebagai tukang pijat di sejumah titik yang tersebar di Kabupaten Kuningan. Namun paska pemerintah mengeluarkan kebijakan physical distancing maupun social distancing karena Covid-19, pekerjaan andalan mereka menjadi terhenti.

“Karena adanya anjuran physical distancing, ya sudah pasti mereka tidak bisa bekerja sebagai tukang pijat, karena memijat harus bersentuhan. Akibat pandemi ini, pekerjaan mereka berhenti total, dan sama sekali tidak mempunyai penghasilan lainnya, karena keahlian mereka ya hanya menjadi tukang pijat,” papar Harun, pengasuh Rumah Asuhan Qur’an, saat menerima sumbangan dari GOW dan RS Juanda, belum lama ini.

Tidak sepertinya warga lainnya yang normal, yang bisa berinovasi mencari penghasilan lain dari terputusnya pekerjaan awal (utama). Tapi seorang tuna netra tidaklah demikian, mereka tidak mempunyai kemampuan apa-apa lagi, selain memijat. Makanya Rumah Asuhan Qur’an ini sangat berharap, pemerintah maupun pihak lainnya menyisihkan sebagian harta mereka untuk para disabilitas ini.

Mereka benar-benar terpukul dari kondisi ini, karena mereka pun harus menghidupi anak isterinya. Sebagian dari mereka memang ada yang terbantu karena ada anaknya yang sudah bekerja, tapi masih banyak disabilitas tersebut yang mempunyai tanggungan membiayai anaknya. “Apalagi kami tidak pernah mendapat bantuan dari pemerintah, ditanya dan didata mah ia, tapi ga pernah nerima bantuannya,” tambah Oding.

Harun merasa bersyukur dan bertermakasih ketika adanya bantuan dari Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kuningan dan RS Juanda. Bantuan itu sangat berarti bagi mereka untuk bisa menyambung kebutuhan makan sehari-hari. “Saya sangat berterimakasih, dan semoga diganti dan dilipatgandakan rezekinya oleh Alloh. Saya juga mengetuk pihak lainnya untuk peduli kepada mereka, karena mereka tidak bisa melakukan pekerjaan yang lainnya,” harap Harun.

Wakil Ketua GOW Kuningan, Hj. Ade Joko Suryaningsih mengatakan, kegiatan pemberian bingkisan kepada Asuhan Rumah Qur’an tersebut dalam rangkaian Hari Kartini ke-141. Ia sangat tersentuh dengan kondisi para tuna netra yang kehilangan pekerjaannya. “Semoga dengan bantuan yang sealakdarnya ini bisa meringankan beban sehari-hari, dan Kami berharap wabah ini cepat selesai, dan bapak-bapak bisa kembali bekerja seperti biasanya,” ujar Bu Joko. (kh) ***

Facebook Comments

Check Also

Kampung Dongeng Gelar Festival Hari Dongeng Nasional

KARTINI – Kebijakan untuk melonggarkan kegiatan di masyarakat, termasuk di lembaga p…