Raden Ajeng Kartini, salah seorang pejuang perempuan. Karyamu begitu nyata. Kau adalah pejuang yang tak kenal lelah. Jiwamu kau korbankan, darahmu kau gadaikan demi sebuah pembelaan terhadap kaum perempuan.

Salah satunya dengan mempeloporkan Emansipasi wanita dengan karyanya yang sangat terkenal “Habis Gelap Terbitlah Terang. Semua orang pasti akan selalu mengenang akan jasa-jasanya. Namun, kenyataanya Hari Kartini hanya sekedar bentuk seremonial, bahkan hanya segelintir orang yang mau peduli. Terlebih kaum remaja, sangat jarang muda-mudi yang tahu kapan RA Kartini dilahirkan dan diperingati, dan siapa sebenarnya RA Kartini itu?, saat mengingatnya pun, mereka butuh beberapa menit, dan itu pun diraba-raba saat pelajaran sekolah.

Emansipasi wanita bukan hanya butuh pengakuan publik saja, tapi butuh aksi nyata dalam implementasinya.  Berbeda ketika laki-laki, dengan leluasa dapat melangkah dan melakukan apa saja. Esensi emansipasi ini harus dapat dimaknai, yakni kaum perempuan akan dapat memaknai dan melakukan hal lain yang bermanfaat untuk orang-orang yang berada disekitar. Terlepas dari itu, Allah SWT menciptakan kaum laki-laki dan perempuan dengan masing-masing kodratnya.

Perempuan tidak hanya bergelut dengan sumur, dapur dan kasur, melainkan dari pemikiran R. A. Kartini, kaum perempuan dapat lebih berekpresi dan berkiprah diranah yang lebih luas. Yakni di ranah public sebagaimana yang dilakukan oleh kaum laki-laki. Perempuan dapat melakukan hal-hal yang baik seperti berkreatifitas, menciptakan ide-ide inovatif, bekerja di bidang-bidang yang biasanya didominasi oleh kaum laki-laki, seperti dibidang politik, pemerintahan dan lainnya.

Di tengah pandemic Covid-19, seremonial Hari Kartini yang biasa diperingati di seluruh pelosok Indonesia, akan terlewati begitu saja karena social distancing dan lockdown area di beberapa wilayah yang mengharuskan kita semua untuk mengikuti aturan tersebut. Tetapi, bukan berarti dengan adanya pandemic kita tidak bisa mengekspresikan apa yang bisa kaum perempuan lakukan untuk masyarakat, misalnya menjadi relawan covid’19, mengedukasi masyarakat terkait dengan pencegahan agar terhindar dari covid’19.

Boleh juga dengan cara mengedukasi pentingnya melakukan pola hidup sehat, melakukan kegiatan social dengan mealakukan donasi untuk membagikan sembako, masker, hand sanitizer kepada masyarakat yang membutukan dan berbagai cara lain yang bisa kaum perempuan lakukan. Di Hari Kartini ini untaian doa dan harapan dari kaum perempuan agar pandemic ini segera berakhir,sehingga masyarakat bisa melakukan aktivitas seperti sediakala dan senantiasa kembali pulih di berbagai sektor Bumi Pertiwiku Tercinta. ***

By : Dian Aprianti (Satgas Covid’19 & BPD Desa Silebu Kecamatan Pancalang)

Facebook Comments

Check Also

Tentang Kemarin, Hari Ini dan Esok

BERSAHABAT dengan mentari, setiap pagi kau lihat senyum nan ramah bersama hangatnya. Warna…