Edisi Pertama

BULAN Maret dan April  2020 bisa dibilang adalah dua bulan awal kepanikan masyarakat Indonesia akibat serangan pandemi corona virus deseases 2019 (Covid-19), dan di bulan itulah banyak momen penting yang terlewati, karena tidak bisa dilaksanakan secara seremonial kegiatan, salah satunya adalah Hari Kartini yang jatuh pada tanggal 21 April.

http://kartinikuningan.net sebagai situs yang menyajikan beragam informasi, membahasnya dari berbagai sudut dan sebagai referensi keluarga Anda, akan mencoba memaknainya sebagai hari yang tetap bersejarah. Tidak perlu seremonial, namun kata hati para pemangku kebijakan, pegiat perempuan, pendidik, legislatif, dan masyarakat umum lainnya bisa mengapresiasikannya dalam sebuah tulisan yang dirangkum kartini. Lalu, apa saja ‘Kata Mereka’.

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kuningan, Hj. Ika Rahmatika Acep Purnama, ‘PKK Kuningan Harus Selalu  Ada Untuk Mereka’

Hj. Ika meminta semua kader PKK, dari mulai tingkat kabupaten hingga ke desa harus selalu siap dan selalu ada untuk masyarakat saat pendemi Covid-19 ini. Karena pada situasi seperti ini, masyarakat butuh motivasi dalam menghadapi cobaan pendemi, terutama jika menemukan ada warganya yang menjadi ODP, PDP ataupun positif. Peran PKK sangat penting untuk memotivasi yang terjangkit tersebut, terutama keluarganya.

“Berikan pemahaman kepada mereka. Jika ada warganya yang terkena dan mendapat pengawasan karena virus corona, itu bukanlah sebuah aib. Berikan spirit dan yakinkan kepada mereka jika mereka pasti bisa sembuh, jangan justru membuat mereka lemah,” pinta Ika.

Selain itu, yang perlu mendapat perhatian khusus juga adalah warga yang terdampak Covid-19. Semua kader PKK harus peka dan memberikan bantuannya sesuai kriteria dan disalurkan kepada masyarakat yang benar-benar terdampak dari sisi ekonominya. “PKK setiap hari selalu berkelilling membagikan sembako, terutama di zona perbatasan dan zona merah,” katanya. ***

Dosen Universitas Kuningan, HJ. Heni SusilawatiPerempuan Indonesia Hebat Itu Bergerak dan Berbagi’

Hari Kartini 2020 tentu berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Dalam situasi Covid-19 ini, semua dalam keadaan prihatin. Lalu apa yang bisa dilakukan?, Hj. Heni meminta untuk tetap bergerak dan berbagi, mulai dari lingkungan terdekat dengan penuh suka cita, tentunya.

“Lakukan kegiatan berbagi dengan penuh suka cita, rayakan Hari Kartini dengan membagina kegembiraan kepada yang membutuhkan. Bentuk kepedulian berbagai itu bisa berupa masker, sembako, nasi bungkus, atau apapun yang bisa meringankan penderitaan masyarakat sekitar. Bergerak dalam sunyi, jauh dari liputan media massa ataupun memilih untuk tidak memposting kegiatan berbagi Kita di medsos itu terserah pilihan masing-masing,” ujarnya.

Ia juga mengatakan, ketika bergerak dan berbagi dengan bannyak komunitas kemudian dishare di media massa dan medsos itu pun terserah pribadinya. Terpenting, jaga niatnya semata karena Alloh SWT, dan tetap sisihkan kegembiraan itu untuk orang lain. “Selamat Hari Kartini. Perempuan Indonesia Hebat. Bergerak dan berbagai. ***

Anggota Fraksi Demokrat DPRD Kuningan, Reni Parlina, SE,Sy, ‘Menginginkan Partisipasi Perempuan  di Semua Aspek

Partisipasi perempuan saat ini sudah mulai menggeliat, termasuk dalam politik praktis. Di DPRD Kuningan sendiri, ada 11 caleg perempuan yang meraih suara terbanyak dan berhak menduduki kursi parlemen, salah satunya adalah Reni Parlina, SE,Sy., anggota dari Partai Demokrat Dapil 1.

Reni Parlina menginginkan adanya peningkatan peran kaum perempuan di semua aspek, termasuk dalam pengembangan ekonomi keluarga berbasis home industry (handmade). Ia juga sangat mengapresiasi dengan adanya keterlibatan perempuan yang ikut terjun dalam mengkampanyeukan untuk tetap #cicingdiimah# saat pandemi Covid-19 ini. Bahkan ada yang ikut terjun dalam pencegahan, perlawanan dan sebagai garda terdepan dengan menjadi petugas pos penjagaan di pos desa.

Kembali ke masalah peran aktif perempuan di sektor ekonomi. Menurutnya, banyak potensi kerajinan tangan yang belum tersentuh dan nyaris terlupakan kreatifitasnya oleh para perempuan. Padahal jika dikelola dan dikemban gkan secara serius, maka handmade itu bisa menjadi satu penghasilan keluarga. “Dan seorang ibu pun bisa berpenghasilan tanpa harus meninggalkan kewajibannya sebagai ibu rumah tangga,” tandasnya. ***

Facebook Comments

Check Also

Dinilai Peduli Terhadap Pekerja Perempuan, Dinkes Dianugerahi Penghargaan

KARTINI – Perempuan bekerja saat ini trennya semakin naik dan lembaga/perusahaan pun…