APAKAH semuanya baik-baik saja ?, 21 April adalah Hari Kartini. Sudah sejauh mana sayap kau kepak?, sudah seluas mana benua kau jelajahi?, sudah seindah apa langit kau ukir prestasi?, dan sejauh mana kelembutan hatimu menyentuh sesama Kartinimu yang masih dizona kemelut (kemiskinan, prostitusi, penderita HIV/AIDS ditambah lagi yang telah positif Covid-19). 

Masih banyak lagi berbagai persoalan sosial yang dialami Kartini kita. Waktu yang terus bergulir dengan segala bentuk globalisasi akbar tak lagi terbendung, namun makin hari makin bertambah saja angka-angka penderitaan yang dialami kaum Kartini. Ditambah lagi fase bertemu dengan pandemi Covid-19 yang tiba-tiba merebak merenggut tanpa pilih dan pilah. Alangkah malangnya Kartini kita bahkan hingga hari ini.


Perbandingan antara 20 Kartini, 2 yang berhasil lalu 18 bergelut dengan krisis. Tidak saja krisis ekonomi, krisis kepercayaan, hingga krisis psikologis dialaminya. Apa yang bisa kita lakukan untuk menyelamatkan kedelapan belas kartini tersebut itu baru secara angka perbandingan. Bagaimana dengan angka sesungguhnya yang tentu jauh lebih tinggi.  Tahukah Anda, ditahun ini juga kenyataan mengejutkan makin menambah kompleknya persoalan yang dihadapi Kartini kita.

Jumlah perempuan yang berstatus Single Mother (janda) melonjak tinggi. Perbandingan mengejutkan lagi 10 diantara mereka, 2  janda yang masih terus dinafkahi mantan suami (karena anak), lalu sisanya 8 diabaikan begitu saja dengan tanggung jawab yang sepenuhnya ditanggung pihak perempuan.
Ibarat pepatah sudah jatuh tertimpa tangga pula, miris bukan?, lalu apa yang telah dilakukan oleh Kartini-Kartini kita untuk membantu menyelesaikan setiap isu ini…?

Kartiniku, ada yang menjadi pengacara tolonglah sesamamu saat berurusan tentang hukum tanpa harus membebankan dengan biaya terutama buat mereka yang tidak mampu, Ada yang menjadi dokter atau perawat sentuhlah mereka yang sakit, berikan obat tanpa harus diminta bayaran buat mereka yang miskin, yang menjadi guru, pejabat, dan lain-lain. Alangkah baiknya Kartini Indonesia yang beredukasi, berdedikasi, dan bersosialisasi untuk lebih peka merasakan apa yng dirasakan Kartini-Kartini malang itu. Allah mencintai orang-orang yang berbagi kebaikan, walau itu hanya sebuah kalimat menguatkan.

Mari bangkit bersama Kartini Kuningan dengan mendengarkan setiap cerita sesamamu yang dalam kesulitan secara publish dengan begitu kita bisa menemukan dan memberikan solusi terbaik bagi mereka. ***

By : Vera Verawati (20 April 2020) 

Facebook Comments

Check Also

Tentang Kemarin, Hari Ini dan Esok

BERSAHABAT dengan mentari, setiap pagi kau lihat senyum nan ramah bersama hangatnya. Warna…