TEMARAM lampu itu menemani bisu
Ibarat kisah rindu yang berujung pilu
Kisah pilu para pengais waktu yang tak tentu

Ujung Pagar besi itu mendekat seperti tirani
Seperti ikat pinggang ketat di kaki yang terkunci
Ikat pinggang lelaki pucat, tak berani menunggu pagi

Waktu untuknya adalah belenggu
Pagi untuknya adalah eksekusi

Berdebat kasar dengan baunya ujung pasar
Ditunggu Empat perut lapar yang hampir terkapar

Hinaan mata untuknya bukan siksa
Tapi berbagi nasi adalah cemeti
Tatapan kotor seolah berkata dia koruptor
Sejatinya dia adalah korban sistem yang bocor

Pengais sambah penghilang limbah
Berhenti mereka makan
Silahkan Rasakan
Tumpukan yang tak bertuan

Apa yang kita benci kadang itu yang kita cari
Apa yang kita buang kadang apa yang mereka sayang

Karena Tuhan Mencipta Tidak Hanya Dengan Logika **

By : Yusup Dandi Asih
(Kabid Ideologi Politik & Pemerintahan MPC PP Kuningan )

Facebook Comments

Check Also

Kampung Dongeng Gelar Festival Hari Dongeng Nasional

KARTINI – Kebijakan untuk melonggarkan kegiatan di masyarakat, termasuk di lembaga p…