KARTINI – Puluhan perempuan yang tergabung dalam Gerakan Peduli Perempuan (GPP), pada Selasa (7/4/2020), bergerak menyisir masyarakat yang terdampak Covid-19 dengan bantuan sembako dan masker. 


Sekitar pukul 08.30 wib., perempuan-perempuan aktifis tersebut mengawali pemberian bantuan kepada ibu Cicih (60 tahun), pedagang lotek di seputar Perumahan Cijoho, dan dilanjut ke pedagang sorabi di Desa Sindangsari Kecamatan Sindangagung.


Tos sababaraha dinten teu tiasa icalan, da teu kengingeun. Maksa bade icalan oge da teu aya nu meserna, sepi (sudah beberapa hari ini tidak bisa jualan, karena dilarang. Mau maksa jualan juga tidak ada yang membelinya, sepi,” ujar Cicih saat diwawancara kartinikuningan.net.


Untuk itu, Gerakan Peduli Perempuan memberikan paket sembako yang berisi beras 7 kg, minyak 1 kg, terigu 1 kg dan telur ayam 1 kg. “Mudah-mudahan dengan bantuan ini bisa meringankan beban mereka karena dipastikan pekerjaan mereka, ibu-ibu yang setiap hari bekerja mencari rupiah berhenti akibat Covid-19 ini,” ujar Koordinator GPP, Bude Joko didampingi Any Saptarini, SH., M.Si., Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak pada Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Kuningan, dan beberapa perempuan lainnya.


Ada sebanyak 30 perempuan yang dikunjungi tersebar di sejumlah kecamatan, seperti Luragung, Kadugede, Cidahu, Kuningan. Mereka semua perempuan yang sebagian besar menjadi tulang punggung keluarga dalam mencari ekonomi. Mereka terpaksa berhenti berdagang, kendati pekerjaan dagang mereka dilakukannya di siang hari, karena sepi dan bahkan tidak ada yang membelinya.


Haturnuhun tina bantosana. Bantosan ieu katampi pisan, da tos saminggu abdi teu ngadamelan urung kupat da sepi pisan (terimakasih atas bantuannya. Bantuan ini sangat berarti, karena sudah seminggu Saya tidak membuat bungkus kupat, sepi sekali),” papar Ibu Nani (70th), warga Winduhaji yang hidup tanpa suami dan harus ikut menafkahi cucunya itu.


Sementara itu, yang tergabung di GPP ini kebanyakan perempuan yang peduli dan aktif di berbagai organisasi, seperti ada dosen Uniku, Pengurus Gabungan Organisasi Wanita (GOW), Karang Taruna, Jaga Pelita, Jurnalis dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dan aktifis lainnya. 


GPP berharap pihak lain pun tergerak untuk bisa peduli terhadap masyarakat yang terdampak Covid-19. Karena dengan kebijakan pemerintah menerapkan bekerja di rumah dan karantina wilayah berdampak sekali terhadap perputaran ekonomi, terutama para pedagang kecil yang hanya mengandalkan dari hasil jualannya, dan jika tidak berjualan benar-benar tidak mendapatkan penghasilan. (kh) ***

Facebook Comments

Check Also

Yuk Kenali Manfaat Buah Dari Warnanya

KARTINI – Dalam Pedoman Gizi Seimbang (PGS) yang dikeluarkan oleh Kementrian Kesehat…